Monday, August 10, 2026
HomeTeknologiTPST Kebon Talo Dibangun, Mataram Perkuat Pengelolaan Sampah Perkotaan

TPST Kebon Talo Dibangun, Mataram Perkuat Pengelolaan Sampah Perkotaan

MEDIAAKU.COM – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memperbaiki sistem pengelolaan sampah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung perkembangan pariwisata di daerah tersebut.

Melansir laman KemenPU, Senin (10/8/2026) TPST Kebon Talo berdiri di atas area seluas 1,48 hektare dengan kemampuan mengolah hingga 60 ton sampah setiap hari. Fasilitas tersebut nantinya melayani kebutuhan pengelolaan sampah di Kecamatan Ampenan dan Kecamatan Sekarbela.

Pembangunan infrastruktur ini dilakukan di tengah tingginya produksi sampah di Kota Mataram yang mencapai sekitar 425 ton per hari. Kondisi tersebut semakin membutuhkan solusi setelah TPA Regional Kebon Kongok ditutup sehingga ruang pengelolaan sampah menjadi semakin terbatas.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong percepatan penyelesaian persoalan sampah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu langkahnya dilakukan dengan menyediakan infrastruktur yang memadai serta menerapkan teknologi pengolahan yang dapat memberikan nilai tambah dari sampah.

Menurut Dody, pengelolaan sampah juga harus dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat. Sampah tidak seharusnya dibuang ke sungai maupun laut karena dapat menimbulkan dampak lingkungan, seperti banjir dan rob.

TPST Kebon Talo sendiri mengusung sistem pengolahan terpadu. Sampah yang tiba di fasilitas tersebut akan melalui tahapan pemilahan dan pengolahan sebelum sebagian materialnya dimanfaatkan kembali. Dengan demikian, jumlah sampah yang harus dibawa ke tempat pemrosesan akhir dapat ditekan.

Fasilitas ini dilengkapi mesin pemilah otomatis untuk mengelompokkan berbagai jenis sampah, mulai dari material organik, anorganik, logam hingga residu. Selain itu, teknologi Solid Recovered Fuel (SRF) turut digunakan untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif sekaligus mendorong peningkatan pemanfaatan material yang masih memiliki nilai daur ulang.

Untuk menunjang operasional, TPST memiliki hanggar pengolahan dengan luas sekitar 2.592 meter persegi. Kompleks tersebut juga dilengkapi kantor operasional, pos operator jembatan timbang, ruang panel, powerhouse, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

Proses pengolahan sampah akan dibagi dalam dua jalur utama, yaitu lini organik serta lini RDF/anorganik. Pembagian tersebut diharapkan membuat proses pengolahan lebih optimal sekaligus menghasilkan manfaat ekonomi dari material sampah yang dapat dimanfaatkan kembali.

Pembangunan TPST Kebon Talo dimulai pada 12 Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026. Setelah beroperasi, fasilitas ini diproyeksikan mampu memberikan layanan hingga 20 tahun.

Pembangunan TPST Kebon Talo menjadi salah satu upaya Kementerian PU dalam meningkatkan ketersediaan infrastruktur dasar, terutama di bidang persampahan. Melalui fasilitas pengolahan yang lebih modern dan terintegrasi, pemerintah berharap kualitas lingkungan perkotaan semakin baik, aktivitas ekonomi daerah ikut berkembang, serta Mataram dapat menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular