Wednesday, March 18, 2026
HomeEkonomiKementan Percepat Hilirisasi Perkebunan untuk Dongkrak Nilai Tambah dan Kesejahteraan Pekebun

Kementan Percepat Hilirisasi Perkebunan untuk Dongkrak Nilai Tambah dan Kesejahteraan Pekebun

MEDIAAKU.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong percepatan hilirisasi di subsektor perkebunan sebagai upaya meningkatkan nilai ekonomi komoditas sekaligus memperbaiki kesejahteraan para pekebun. Upaya ini dilakukan melalui berbagai langkah strategis, mulai dari penyiapan lahan, pendataan Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL), hingga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.

‎Melansir laman Kementan, Rabu (18/3/2026) Program hilirisasi ini difokuskan pada tujuh komoditas unggulan yang dinilai memiliki potensi besar, yakni tebu, kopi, kakao, kelapa, lada, pala, dan jambu mete. Komoditas tersebut dipilih karena mampu memberikan nilai tambah lebih tinggi apabila diolah lebih lanjut, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di sektor perkebunan.

‎Pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp9,5 triliun untuk mendukung pengembangan komoditas tersebut dengan target pengelolaan kebun rakyat seluas 870.000 hektare dalam periode 2025 hingga 2027. Melalui program ini, diharapkan tidak hanya terjadi peningkatan produksi, tetapi juga tercipta pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pedesaan yang menjadi sentra perkebunan.

‎Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa hilirisasi menjadi langkah penting agar hasil perkebunan tidak lagi dijual dalam bentuk mentah. Dengan pengolahan lebih lanjut, komoditas tersebut dapat menghasilkan produk bernilai tinggi yang memberikan keuntungan lebih besar, baik bagi pekebun maupun perekonomian nasional.

‎Ia juga menekankan pentingnya kesiapan berbagai aspek pendukung, mulai dari lahan, kelembagaan petani, hingga ekosistem industri yang terintegrasi agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan.

‎Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Abdul Roni Angkat, menjelaskan bahwa proses persiapan dilakukan secara menyeluruh melalui pemetaan potensi lahan serta verifikasi langsung di lapangan. Tim Kementan juga aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan berbagai pihak terkait guna memastikan kesiapan program.

‎Menurutnya, selain meningkatkan produktivitas di tingkat budidaya, pengembangan hilirisasi juga diarahkan pada penciptaan produk turunan. Contohnya meliputi produksi gula dari tebu, olahan kelapa, cokelat berbahan kakao, hingga berbagai produk rempah dari pala dan lada.

Dengan langkah ini, subsektor perkebunan diharapkan mampu bertransformasi dari sekadar penyedia bahan mentah menjadi sektor industri bernilai tambah tinggi. Selain membuka peluang usaha baru, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan jutaan pekebun di seluruh Indonesia.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular