MEDIAAKU.COM – Anak yang sering lupa meletakkan barang, lupa mengerjakan tugas, atau lupa instruksi dari orang tua adalah hal yang cukup sering terjadi. Namun, jika tidak dibimbing dengan baik, kebiasaan ini dapat terbawa hingga dewasa. Para ahli perkembangan anak menjelaskan bahwa daya ingat anak sebenarnya masih dalam tahap berkembang, sehingga perlu dilatih secara bertahap.
Berikut lima cara yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu mengatasi anak yang pelupa.
1.Melatih anak membuat rutinitas
Psikolog anak menyebutkan bahwa rutinitas membantu otak anak membangun pola ingatan yang kuat. Dalam buku “The Whole-Brain Child” karya Daniel J. Siegel dan Tina Payne Bryson, dijelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan secara konsisten akan memperkuat koneksi saraf di otak anak. Misalnya, biasakan anak menyimpan tas di tempat yang sama setiap pulang sekolah atau menyiapkan perlengkapan sekolah pada malam hari.
2.Memberikan instruksi yang jelas dan sederhana
Anak sering lupa karena menerima terlalu banyak informasi sekaligus. Menurut pakar pendidikan Carol Dweck, anak lebih mudah mengingat instruksi yang singkat dan spesifik. Sebagai contoh, daripada mengatakan banyak hal sekaligus, lebih baik memberi arahan satu per satu seperti “Simpan sepatu dulu, lalu cuci tangan.”
3.Mengajak anak bermain permainan yang melatih memori
Permainan seperti puzzle, permainan kartu memori, atau menyusun cerita dapat membantu meningkatkan daya ingat anak. Aktivitas ini melatih otak untuk fokus dan mengingat pola. Para ahli pendidikan menyarankan agar permainan dilakukan secara rutin agar otak anak terbiasa mengolah informasi.
4.Mengajarkan anak menulis atau mencatat
Kebiasaan mencatat membantu anak mengingat informasi lebih lama. Orang tua dapat mengajarkan anak membuat daftar tugas sederhana atau catatan kecil tentang hal yang perlu dilakukan.
5.Memberikan dukungan dan tidak mudah memarahi
Anak yang sering dimarahi karena lupa justru bisa merasa tertekan dan semakin sulit berkonsentrasi. Psikolog anak menyarankan agar orang tua memberikan dukungan dan pujian ketika anak berhasil mengingat sesuatu. Sikap positif akan membuat anak lebih percaya diri dalam belajar mengingat.
Setiap anak memiliki proses belajar yang berbeda, termasuk dalam mengembangkan daya ingat. Tugas orang tua bukan hanya menuntut, tetapi juga membimbing dengan sabar dan penuh kasih.
Dengan latihan yang konsisten dan dukungan yang positif, anak dapat belajar menjadi lebih teratur dan bertanggung jawab. Kesabaran orang tua hari ini adalah investasi besar bagi masa depan anak.(*/janu)

