Friday, May 1, 2026
HomeBeritaPasca Longsor, Jalur Nasional di Aceh Tengah–Pidie Sudah Bisa Dilalui Kendaraan

Pasca Longsor, Jalur Nasional di Aceh Tengah–Pidie Sudah Bisa Dilalui Kendaraan

MEDIAAKU.COM – Akses Jalan Nasional yang menghubungkan Pameu di Kabupaten Aceh Tengah dengan Geumpang di Kabupaten Pidie kini kembali dapat dilalui kendaraan sejak 28 April 2026 lalu, setelah sebelumnya sempat terputus akibat bencana longsor. Pembukaan jalur ini menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama karena ruas tersebut memiliki peran penting dalam mobilitas dan distribusi barang antarwilayah.

Melansir laman KemenPU, Jumat (1/5/2026) Peristiwa longsor terjadi tersebut dipicu oleh tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan tersebut. Material berupa tanah, batu besar, serta pepohonan menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 400 meter, sehingga kendaraan tidak dapat melintas untuk sementara waktu.

Menanggapi kondisi tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum bergerak cepat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh. Langkah awal yang dilakukan adalah memasang rambu peringatan di sekitar lokasi serta mengerahkan tim untuk membersihkan material longsoran agar akses dapat segera dipulihkan.

Dalam proses penanganan di lapangan, berbagai alat berat turut dikerahkan, seperti bulldozer, excavator, breaker, dan dump truck. Upaya ini juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari penyedia jasa konstruksi, aparat keamanan, hingga masyarakat setempat yang ikut membantu percepatan proses pembersihan.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa percepatan penanganan difokuskan pada pembukaan kembali jalur transportasi utama dengan tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan. Saat ini, kendaraan roda dua dan roda empat sudah dapat melintas meski masih terbatas, dan pemerintah terus berupaya agar kondisi jalan segera kembali normal sepenuhnya.

Tidak hanya penanganan darurat, pemerintah juga menyiapkan langkah jangka panjang guna mencegah kejadian serupa terulang. Pelaksana Tugas Kepala BPJN Aceh, Yusrizal Kurniawan menyampaikan bahwa perbaikan permanen akan dilakukan melalui proyek pembangunan Jalan Geumpang–Pameu yang saat ini sedang berlangsung.

Rencana tersebut mencakup perancangan penanganan yang lebih menyeluruh, termasuk perlindungan lereng untuk mengurangi risiko longsor di masa depan. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan keamanan sekaligus kenyamanan bagi pengguna jalan, terutama karena jalur ini merupakan salah satu akses vital untuk distribusi logistik dan pengangkutan hasil pertanian masyarakat.

Selain menjadi penghubung antarwilayah di Aceh, ruas Geumpang–Pameu juga berfungsi sebagai jalur alternatif jika terjadi gangguan pada lintas barat maupun timur provinsi tersebut. Oleh karena itu, keberadaan jalan yang aman dan andal sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Meski akses sudah kembali dibuka, masyarakat tetap diminta untuk waspada saat melintas, terutama ketika hujan turun. Potensi longsor susulan masih mungkin terjadi, sehingga pengguna jalan diimbau mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular