Monday, May 4, 2026
HomeEkonomiProgram BSPS Diluncurkan di Jawa Timur, Maruarar Sirait Targetkan Percepatan Perbaikan Rumah...

Program BSPS Diluncurkan di Jawa Timur, Maruarar Sirait Targetkan Percepatan Perbaikan Rumah Tidak Layak

MEDIAAKU.COM – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) resmi menggulirkan Program Bedah Rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Provinsi Jawa Timur. Melansir laman KemenPKP, Senin (4/5/2026) Peluncuran ini berlangsung di Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya, sebagai bagian dari upaya mempercepat penanganan rumah tidak layak huni (RTLH).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri PKP Maruarar Sirait, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta sejumlah pejabat daerah dan anggota legislatif. Peresmian ditandai dengan prosesi pemukulan gong sebagai simbol dimulainya program.

Dalam sambutannya, Menteri Maruarar menekankan bahwa BSPS menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di daerah. Ia mengungkapkan adanya lonjakan signifikan dalam jumlah bantuan tahun ini.

“Tahun lalu kuota BSPS di Jawa Timur sebanyak 4.165 unit, tahun ini kita tingkatkan secara signifikan menjadi 33.000 unit agar penanganan rumah tidak layak huni bisa lebih cepat,” ujar Menteri Ara.

Ia menambahkan bahwa peningkatan jumlah tersebut difokuskan pada wilayah dengan kebutuhan tinggi, termasuk daerah seperti Bangkalan. Untuk wilayah Wonokusumo sendiri, alokasi bantuan pada 2026 mencapai ratusan unit rumah dan mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Selain memperbaiki hunian, program ini juga diarahkan untuk menggerakkan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong penggunaan bahan bangunan dari dalam negeri agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh pelaku usaha daerah.

“Untuk 33.000 unit BSPS di Jawa Timur, kita akan menggunakan produksi genteng lokal dari para pengusaha di Jawa Timur dan ada informasi dari Trenggalek kalau perlu bata dari UMKM Jawa Timur juga jadi tidak hanya memperbaiki rumah, tapi juga menggerakkan ekonomi daerah,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PKP turut meninjau langsung rumah penerima bantuan serta berdialog dengan warga. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan simulasi Pemilihan Toko Terbuka (PTT), sebuah inovasi dalam program BSPS yang memungkinkan penerima bantuan memilih penyedia bahan bangunan dengan harga dan kualitas terbaik secara transparan.

Gubernur Khofifah menyambut baik program ini dan menilai kehadirannya sangat membantu masyarakat, mengingat masih banyak rumah yang belum layak huni di wilayah Jawa Timur.

“Kami berterima kasih kepada Kementerian PKP atas peluncuran program BSPS dan PTT ini. Masih banyak rumah tidak layak huni di Jawa Timur, dan program ini sangat membantu masyarakat,” ujarnya.

Program BSPS sendiri mengedepankan pendekatan pemberdayaan, di mana masyarakat penerima ikut terlibat dalam proses pembangunan atau perbaikan rumah mereka. Dengan langkah ini, pemerintah berharap tidak hanya meningkatkan kualitas tempat tinggal, tetapi juga memperkuat kemandirian masyarakat.

Melalui peluncuran ini, Kementerian PKP menargetkan percepatan penanganan RTLH di Jawa Timur dapat berjalan lebih efektif. Di sisi lain, program ini juga diharapkan memberi dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam menyediakan hunian layak bagi seluruh lapisan masyarakat.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular