Saturday, May 23, 2026
HomeEkonomiKementerian Ekraf Dorong Jamu Indonesia Go Global lewat Penguatan Branding dan Digitalisasi

Kementerian Ekraf Dorong Jamu Indonesia Go Global lewat Penguatan Branding dan Digitalisasi

MEDIAAKU.COM – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif terus menunjukkan dukungannya terhadap pengembangan industri jamu nasional agar mampu bersaing di pasar internasional. Hal ini terlihat dalam audiensi bersama Dewan Jamu Indonesia (DJI) yang membahas penguatan ekosistem jamu sebagai produk kesehatan sekaligus warisan budaya bernilai ekonomi tinggi.

Melansir laman KemenEkraf, Sabtu (23/5/2026) Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa jamu memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi bagian dari industri kreatif modern. Menurutnya, kekayaan budaya Indonesia perlu dipadukan dengan riset, ilmu pengetahuan, dan dukungan teknologi digital agar mampu menarik minat pasar global.

Pemerintah juga menaruh perhatian pada penguatan identitas merek, perlindungan hak kekayaan intelektual, hingga perluasan akses pasar melalui platform digital. Selain itu, proses kurasi produk akan diperketat agar kualitas jamu Indonesia mampu memenuhi standar internasional.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula persiapan penyelenggaraan The 2nd Jamu International Conference & Expo (JICE) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 bertepatan dengan Hari Ekonomi Kreatif Nasional. Acara ini dirancang menjadi ajang internasional yang menggabungkan konferensi ilmiah, pameran industri, dan promosi budaya jamu Indonesia.

Ketua Umum Dewan Jamu Indonesia, Daniel Tjen menyampaikan apresiasinya atas dukungan Kementerian Ekraf dalam mengembangkan sekaligus memperkenalkan jamu ke dunia internasional. Ia berharap kolaborasi berbagai pihak dapat memperkuat posisi jamu sebagai identitas budaya sekaligus industri kesehatan berkelanjutan.

Mengusung tema tentang industri kesehatan dan wellness kreatif berbasis budaya, 2nd JICE 2026 rencananya digelar di Royal Ambarrukmo Yogyakarta dan kawasan Candi Borobudur. Pemilihan lokasi ini diharapkan mampu menghubungkan sektor pariwisata heritage dengan industri kreatif jamu nasional.

Dalam audiensi tersebut, Menteri Ekraf turut didampingi Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu, Direktur Kuliner Romi Astuti, serta Tenaga Ahli Menteri Gemintang K. Mallarangeng.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular