Friday, May 29, 2026
HomeTeknologiInternet 100 Mbps Rp100 Ribu Dinilai Bisa Percepat Pemerataan Digital Nasional

Internet 100 Mbps Rp100 Ribu Dinilai Bisa Percepat Pemerataan Digital Nasional

MEDIAAKU.COM – Pemerintah menilai layanan internet berkecepatan 100 Mbps dengan tarif sekitar Rp100 ribu per bulan berpotensi menjadi langkah besar dalam memperluas akses digital masyarakat Indonesia. Skema tersebut dinilai tidak hanya membantu menghadirkan internet yang lebih terjangkau, tetapi juga mempercepat pemerataan konektivitas nasional.

Melansir laman Kemkomdigi, Kamis (28/5/2026) Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan Indonesia sebenarnya telah memiliki cakupan jaringan telekomunikasi yang cukup luas. Namun, tantangan utama saat ini terletak pada kualitas layanan internet yang masih perlu ditingkatkan.

“Jaringan telekomunikasi kita sudah meng-cover 97 persen wilayah yang didiami di Nusantara. Dari sisi lanskap sudah baik, tetapi kualitas internet kita masih harus ditingkatkan,” ujar Nezar dalam Grand Launching Ceremony Internet Rakyat di Jakarta.

Menurutnya, persoalan akses digital kini bukan lagi semata tentang perluasan jaringan, tetapi juga berkaitan dengan stabilitas layanan dan harga internet yang masih dirasa cukup tinggi bagi sebagian masyarakat.

Kebutuhan internet cepat dan stabil disebut semakin penting seiring percepatan transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, layanan kesehatan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi digital.

Nezar menilai kehadiran layanan internet murah dengan kualitas tinggi dapat membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk terhubung dengan ruang digital secara produktif. Program seperti Internet Rakyat pun dianggap mampu membantu mengurangi kesenjangan digital yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

“Kalau kita bisa menyediakan internet 100 Mbps dengan harga Rp100 ribu, ini akan menjadi game changer. Ini bukan hanya soal koneksi internet, tetapi bagaimana masyarakat bisa mendapatkan akses digital yang lebih setara,” katanya.

Ia menegaskan, transformasi digital nasional membutuhkan infrastruktur yang inklusif agar manfaat ekonomi digital dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah juga ingin masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkan internet untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

“Kita ingin akses digital ini semakin inklusif. Jangan sampai ada masyarakat yang tertinggal hanya karena tidak mampu mengakses internet yang berkualitas,” ujarnya.

Selain itu, Nezar menyoroti pentingnya kerja sama antara pemerintah, industri telekomunikasi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat pemerataan akses internet di Indonesia. Kondisi geografis Indonesia yang luas dan terdiri dari banyak pulau dinilai membutuhkan pendekatan yang inovatif agar layanan internet bisa menjangkau lebih banyak masyarakat secara efisien.

Pemerintah juga terus mendorong peningkatan kualitas jaringan nasional guna mendukung kebutuhan teknologi masa depan, seperti artificial intelligence (AI), cloud computing, Internet of Things (IoT), hingga pengembangan ekonomi digital nasional.

“Ke depan kebutuhan bandwidth kita akan semakin besar. Karena itu, kualitas internet dan keterjangkauan harga harus berjalan bersama,” tutur Nezar.

Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah berharap internet cepat dengan biaya terjangkau dapat membantu masyarakat memperoleh akses pendidikan digital, memperluas peluang usaha, dan meningkatkan daya saing Indonesia di tengah perkembangan ekonomi digital global.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular