Monday, June 8, 2026
HomePariwisataWamenpar Dorong Destinasi Wisata Perkuat Kesiapan Sambut Lonjakan Wisatawan Saat Libur Sekolah

Wamenpar Dorong Destinasi Wisata Perkuat Kesiapan Sambut Lonjakan Wisatawan Saat Libur Sekolah

MEDIAAKU.COM – Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, mengimbau seluruh pengelola destinasi wisata di Indonesia untuk meningkatkan kesiapan menghadapi masa libur sekolah yang diperkirakan akan meningkatkan jumlah perjalanan wisatawan ke berbagai daerah, termasuk Bali.

Melansir laman Kemenpar, Minggu (7/6/2026) Saat melakukan kunjungan ke Waterbom Bali belum lama ini, Ni Luh Puspa menegaskan bahwa periode liburan sekolah merupakan salah satu momen penting bagi sektor pariwisata nasional karena berpotensi mendorong pertumbuhan wisatawan nusantara secara signifikan.

Menurutnya, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan secara langsung kesiapan destinasi wisata dalam menghadapi lonjakan pengunjung selama musim liburan. Ia menekankan bahwa aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan harus menjadi perhatian utama seluruh pengelola destinasi sebelum menerima peningkatan jumlah wisatawan.

Wamenpar menjelaskan bahwa libur sekolah tidak semata-mata menjadi kesempatan untuk meningkatkan angka kunjungan, tetapi juga momentum untuk menunjukkan kualitas pengelolaan destinasi wisata yang profesional dan berkelanjutan. Oleh karena itu, berbagai aspek penting perlu dipersiapkan secara maksimal, mulai dari kelayakan fasilitas, pengelolaan pengunjung, mitigasi risiko, penerapan standar keselamatan, pengelolaan lingkungan, hingga kesiapan sumber daya manusia.

Dalam kesempatan tersebut, Ni Luh Puspa memberikan apresiasi kepada manajemen Waterbom Bali yang dinilai konsisten menjaga mutu layanan serta menerapkan standar operasional yang baik. Ia berharap seluruh pelaku industri pariwisata dapat terus bekerja sama dalam menghadirkan destinasi yang aman, nyaman, dan berkualitas sehingga wisatawan memperoleh pengalaman liburan yang positif.

Untuk mendukung peningkatan standar keselamatan wisata, Kementerian Pariwisata telah menyiapkan sejumlah program pelatihan bagi pelaku usaha pariwisata, khususnya yang bergerak di sektor wisata berisiko tinggi seperti pendakian gunung, wisata air, arung jeram, dan snorkeling. Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan asosiasi, akademisi, dan praktisi pariwisata, serta diperkuat dengan pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi profesi.

Selain itu, kementerian juga telah menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang menjadi pedoman pelayanan wisatawan sejak tahap perencanaan perjalanan hingga wisatawan kembali dari destinasi yang dikunjungi. Standar tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kualitas layanan dan keamanan wisatawan tetap terjaga.

Sementara itu, CEO Waterbom Bali, Sayan Gulino, menyatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan menghadapi musim kunjungan tinggi, termasuk selama libur sekolah. Persiapan tersebut meliputi pengawasan rutin terhadap seluruh fasilitas dan sarana pendukung melalui tim pengendalian kualitas yang bekerja secara berkala.

Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade mengelola destinasi wisata, Waterbom Bali optimistis mampu menghadapi peningkatan jumlah pengunjung. Selain kesiapan fasilitas dan sumber daya manusia, pengelola juga menerapkan pengaturan kapasitas secara ketat untuk menjaga kenyamanan wisatawan serta kelestarian lingkungan.

Melalui sistem manajemen kapasitas tersebut, waktu antrean pengunjung dapat diminimalkan, ketersediaan fasilitas seperti loker tetap terjaga, serta kebersihan area umum dapat dipertahankan. Karena itu, selama periode libur sekolah dan musim ramai wisatawan, Waterbom Bali tetap berkomitmen menjaga jumlah kunjungan sesuai standar yang telah ditetapkan demi memberikan pengalaman wisata yang aman dan nyaman bagi seluruh pengunjung.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular