MEDIAAKU.COM – Kementerian Agama (Kemenag) berhasil meraih penghargaan sebagai salah satu dari tiga instansi pemerintah terbaik dalam penerapan 12 kebijakan pro-karier Aparatur Sipil Negara (ASN) di tingkat nasional.
Melansir laman Kemenag, Minggu (7/6/2026) Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, kepada Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, dalam rangka peringatan HUT ke-78 BKN di Jakarta.
Thobib yang hadir mewakili Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kementerian Agama. Dengan jumlah ASN yang mendekati 400 ribu orang, pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan Kemenag memiliki tantangan yang besar dan kompleks.
Menurutnya, 12 kebijakan pengembangan karier yang digagas BKN memiliki peran strategis dalam mendukung kinerja organisasi. Kebijakan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai aturan administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memberikan perlindungan, kemudahan, serta meningkatkan kesejahteraan pegawai yang menjalankan tugas pelayanan publik.
Thobib menilai kebijakan tersebut sangat membantu Kemenag dalam menjaga efektivitas organisasi yang memiliki jumlah pegawai besar dan tersebar di berbagai daerah. Ia menegaskan bahwa pengembangan karier yang terarah akan berdampak positif terhadap kesiapan mental, kompetensi, serta produktivitas ASN dalam menjalankan tugas di bidang pendidikan dan keagamaan.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk menghadapi tantangan pekerjaan yang semakin berat. Upaya tersebut mencakup penguatan kompetensi, peningkatan kesejahteraan, serta pembangunan daya tahan pegawai agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Selain itu, Thobib memberikan apresiasi kepada Biro SDM Kemenag yang dinilai berhasil mendukung pembinaan karier ASN secara merata di seluruh Indonesia. Langkah tersebut dianggap selaras dengan visi BKN dalam menciptakan aparatur negara yang profesional, kompeten, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Dalam kesempatan tersebut, Thobib juga mengajak seluruh ASN untuk terus mengembangkan kemampuan dan keterampilan. Menurutnya, peningkatan kualitas diri menjadi kebutuhan penting agar aparatur negara mampu menjawab tuntutan masyarakat yang terus berkembang dengan tetap menjunjung tinggi integritas.
Sementara itu, Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, menjelaskan bahwa 12 kebijakan pembinaan karier ASN dirancang untuk menciptakan sistem birokrasi yang lebih dinamis dan adaptif. Melalui penyempurnaan regulasi, pemerintah berupaya mendorong terciptanya persaingan yang sehat sekaligus memperkuat kolaborasi antarinstansi.
Di sisi lain, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah menyusun kebijakan baru yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan ASN. Menurutnya, tujuan utama dari berbagai perbaikan sistem karier dan fasilitas kerja adalah menciptakan lingkungan kerja yang nyaman bagi pegawai.
Rini menegaskan, ketika negara mampu memberikan perlindungan, kemudahan, dan dukungan bagi ASN, maka para aparatur akan lebih termotivasi untuk bekerja secara optimal dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan demikian, reformasi manajemen ASN diharapkan dapat menghasilkan birokrasi yang semakin profesional, berkinerja tinggi, dan responsif terhadap kebutuhan publik.(*/Stephany)

