MEDIAAKU.COM – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlangsungan layanan angkutan perintis agar mobilitas masyarakat serta distribusi kebutuhan pokok ke wilayah terpencil tetap terjamin. Meskipun sempat mengalami penundaan, seluruh layanan kapal perintis kini telah kembali beroperasi secara normal.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi V DPR RI yang membahas subsidi kapal perintis untuk melayani pulau-pulau terluar di Gedung DPR RI, Jakarta.
Melansir laman Kemenhub, Selasa (21/7/2026) Menurut Dudy, pemerintah memastikan operasional angkutan perintis akan terus berlangsung hingga akhir tahun anggaran. Penyesuaian dilakukan terhadap kondisi anggaran yang tersedia tanpa mengurangi pelayanan kepada masyarakat.
Untuk menjaga kelancaran operasional, Kemenhub menerapkan sejumlah langkah, di antaranya melakukan pemantauan harian terhadap aktivitas kapal, jadwal pelayaran, serta kapasitas muatan. Selain itu, koordinasi dengan operator kapal, pengelola pelabuhan, pemerintah daerah, dan berbagai instansi terkait terus diperkuat agar layanan dapat berjalan secara berkesinambungan.
Kemenhub juga mengajukan tambahan kebutuhan anggaran guna mengantisipasi potensi gangguan layanan di masa mendatang. Dalam jangka panjang, pemerintah menilai perlu adanya peningkatan dukungan pendanaan bagi layanan angkutan perintis.
Upaya lain yang menjadi perhatian meliputi pembaruan armada, pengembangan infrastruktur pelabuhan, penguatan sistem logistik nasional, peningkatan konektivitas antarmoda, hingga evaluasi rutin terhadap jaringan trayek agar tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan ekonomi di daerah.
Kemenhub menegaskan bahwa subsidi angkutan perintis merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam menyediakan layanan transportasi dasar, memperkuat konektivitas nasional, sekaligus mendorong pembangunan yang merata hingga ke wilayah terluar.
Pada tahun anggaran 2026, pemerintah mengoperasikan 107 trayek kapal perintis, 41 trayek Tol Laut, enam trayek kapal khusus ternak, serta 18 trayek rede transport. Seluruh layanan tersebut disiapkan untuk memastikan akses transportasi dan distribusi logistik tetap terjaga di berbagai wilayah Indonesia.
Rapat kerja tersebut juga dihadiri Ketua Komisi V DPR RI Lasarus beserta jajaran, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.(*/Stephany)

