MEDIAAKU.COM – Pemerintah terus mendorong penyediaan hunian layak sekaligus memberikan penghargaan kepada masyarakat yang telah berjasa bagi bangsa. Salah satunya diwujudkan melalui Program Rumah Cahaya yang menghadirkan rumah bagi para pahlawan dan keluarga yang membutuhkan.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menghadiri penyerahan Sertipikat Hak Milik Rumah Cahaya kepada penerima program di Menara 2 BTN, Jakarta, belum lama ini.Dalam kesempatan tersebut, Maruarar mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang melahirkan Program Rumah Cahaya.
Melansir laman KemenPKP, Rabu (2/9/2026) Menurutnya, pemenuhan kebutuhan perumahan sekaligus penghargaan kepada mereka yang berjasa tidak dapat dilakukan pemerintah seorang diri.
Ia menilai pemberian hunian tersebut merupakan salah satu bentuk kehadiran negara bagi masyarakat yang telah memberikan pengabdian. Rumah Cahaya diharapkan bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan para penerimanya.
Program ini merupakan hasil kerja sama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dengan Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesia (PHSI). Rumah Cahaya ditujukan bagi sejumlah kelompok yang dinilai telah memberikan kontribusi bagi Indonesia, seperti veteran, mantan atlet berprestasi, serta keluarga pahlawan.
Pada tahap awal, sebanyak 30 unit rumah dibangun di Serang, Banten. Program tersebut kemudian terus dikembangkan dengan menyiapkan tambahan 42 unit rumah dan memiliki target pengembangan hingga mencapai 300 unit.
Direktur Utama BTN mengatakan, gagasan Rumah Cahaya lahir dari pembahasan bersama Yayasan PHSI yang memiliki perhatian terhadap kehidupan para pahlawan setelah masa pengabdian mereka berakhir. Program tersebut diharapkan menjadi penghargaan nyata bagi mereka yang telah memberikan jasa kepada negara.
Selain rumah, penerima program juga mendapatkan Sertipikat Hak Milik. Dengan demikian, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa hunian, tetapi juga memberikan kepastian kepemilikan kepada penerima.
Ketua Yayasan PHSI Sofia Koswara menilai rumah mempunyai peran penting bagi keluarga karena menjadi tempat untuk menjalani kehidupan, beristirahat, dan membangun masa depan. Karena itu, Rumah Cahaya diharapkan dapat menjadi sumber kebanggaan sekaligus bentuk apresiasi kepada para penerima.
Sementara itu, Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa penyediaan hunian layak masih menjadi tantangan besar. Jutaan masyarakat Indonesia masih belum memiliki rumah, sementara sebagian lainnya tinggal di hunian yang belum memenuhi standar kelayakan.
Menurut Hashim, perhatian terhadap kebutuhan perumahan juga harus mencakup orang-orang yang telah berkorban untuk negara, termasuk keluarga petugas yang meninggal ketika menjalankan tugas. Ia berharap semakin banyak pihak terlibat untuk menemukan dan membantu para penerima yang membutuhkan.
Ke depan, keberlanjutan Rumah Cahaya diharapkan dapat memperluas manfaat program sehingga semakin banyak pahlawan dan keluarga berjasa memperoleh hunian layak sekaligus penghargaan atas pengabdian mereka kepada Indonesia.(*/Stephany)

