Thursday, June 11, 2026
HomeBeritaProgram Bedah Rumah Kemenimipas Hadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Program Bedah Rumah Kemenimipas Hadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

MEDIAAKU.COM – Warga di sekitar Lapas Kelas IIB Warungkiara kini dapat menjalani aktivitas dengan lebih tenang setelah rumah mereka direnovasi melalui program bedah rumah yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).

Melansir laman Kemenimipas, Kamis (11/6/2026) Program sosial tersebut juga mencakup perbaikan rumah ibadah sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungan sekitar lapas.

Salah satu penerima manfaat, Asep, mengaku bersyukur karena kondisi rumahnya kini jauh lebih layak untuk ditempati. Sebelumnya, keluarganya kerap merasa cemas saat musim hujan akibat atap yang bocor dan kondisi bangunan yang kurang memadai. Setelah direnovasi, rumah tersebut memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh anggota keluarga.

Program bedah rumah di Warungkiara merupakan bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kemenimipas. Pendanaannya berasal dari keuntungan hasil panen program ketahanan pangan yang dikembangkan di Lapas Kelas I Cirebon pada awal tahun 2026. Keberhasilan program tersebut kemudian dimanfaatkan untuk membantu masyarakat melalui kegiatan sosial yang berdampak langsung.

Selain itu, bahan bangunan yang digunakan juga berasal dari hasil pembinaan warga binaan. Material berupa produk olahan fly ash dan bottom ash (FABA) diproduksi oleh warga binaan di Lapas Kelas IIA Tangerang. Warga binaan Lapas Warungkiara pun turut berpartisipasi dalam proses pembangunan sebagai bagian dari penerapan keterampilan yang mereka peroleh selama menjalani pembinaan.

Melalui program ini, sebanyak lima rumah warga dan dua rumah ibadah berhasil direnovasi. Peresmian hasil pembangunan tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Program ini menjadi bukti bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak hanya memberikan manfaat bagi warga binaan, tetapi juga mampu menghadirkan dampak positif bagi masyarakat luas.

Tokoh masyarakat Desa Warungkiara, Ari Yusni, menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut. Menurutnya, kegiatan bedah rumah tidak sekadar memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga memberi harapan baru bagi masyarakat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Pelaksanaan program serupa juga telah dilakukan di berbagai daerah melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan pihak pengembang. Hingga saat ini, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mencatat sebanyak 24 rumah warga telah dibangun atau direnovasi di sejumlah wilayah, termasuk Tuban, Situbondo, Penyabungan, Trenggalek, Batusangkar, Amuntai, Palembang, dan Jambi.

Melalui berbagai program pemberdayaan tersebut, Kemenimipas menunjukkan bahwa proses pembinaan di lapas dan rutan tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter serta keterampilan warga binaan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular