MEDIAAKU.COM – Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menerima penghargaan Impactful UNNES Alumni Awards 2026 dalam rangkaian acara Alumni Partnership Meeting yang digelar belum lama ini di Semarang, Jawa Tengah.
Melansir laman Kemenkop, Senin (22/6/2026) Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan kiprah Farida di tingkat nasional. Dalam kesempatan itu, Farida menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menjawab tiga tantangan global yang semakin krusial, yakni ketahanan pangan, energi, dan air.
Menurut Farida, isu-isu tersebut sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada penguatan ketahanan nasional di sektor pangan, energi, dan air.
Ia menilai Universitas Negeri Semarang memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam menghadapi tantangan tersebut karena sebagian besar mahasiswanya berasal dari daerah.
“Sumber daya alam berupa pangan, energi, dan air itu adanya di desa. Mahasiswa UNNES yang sebagian besar dari kampung dan desa memiliki keunggulan kompetitif. Mereka memiliki kedekatan emosional sekaligus bekal ilmu ilmiah dari kampus untuk melakukan riset dan tata kelola profesional langsung di desa,” ujar Farida.
Acara tersebut turut dihadiri Bupati Blora, Arief Rohman, Kepala Satuan Tugas Pusat Studi Kepolisian sekaligus Ketua Ikatan Alumni SPs UNNES, Susilo Teguh Raharjo, Direktur SPs UNNES, Fathur Rokhman, Ketua Umum DPP IKA UNNES, Budiyanto, serta Sekretaris Ikatan Alumni SPs UNNES, Anang Budiutomo.
Dalam sambutannya, Farida juga membagikan kisah perjalanannya selama menempuh pendidikan sarjana di UNNES pada periode 2004–2008. Berasal dari keluarga petani di daerah, ia mengaku sempat merasa minder saat pertama kali memasuki dunia perkuliahan.
Namun, keterlibatannya dalam berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), mulai dari Pramuka, Jurnalistik, hingga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), menjadi pengalaman berharga yang membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan adaptasinya.
“Kematangan saya berproses hingga saat ini ada di UNNES selama empat tahun. Proses itu yang mematangkan kita untuk selalu bisa beradaptasi di lingkungan apa pun, sehingga rasa minder sebagai anak desa itu hilang. Kita tunjukkan bahwa kita bisa bersaing dan duduk berdampingan dengan mereka yang dari kota besar,” kenang Farida.
Farida yang kini dipercaya mengemban amanah sebagai wakil menteri di usia di bawah 40 tahun juga memaparkan salah satu program strategis yang tengah dijalankan Kementerian Koperasi, yakni peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program tersebut dirancang sebagai instrumen penguatan pembangunan ekonomi berbasis pedesaan.
Ia mengajak sivitas akademika dan alumni UNNES untuk memperkuat kolaborasi serta berperan aktif dalam mendukung kebangkitan koperasi di Indonesia. Menurutnya, koperasi perlu kembali menjadi soko guru perekonomian nasional yang berlandaskan semangat gotong royong.
Sementara itu, Direktur Sekolah Pascasarjana UNNES, Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum., mengapresiasi pencapaian Farida yang berhasil menduduki posisi strategis di tingkat nasional.
“Ini sebenarnya pecah telur, karena penentu reputasi sebuah universitas salah satunya adalah keterwakilan alumni pada posisi nasional. Kita bersyukur dan berharap karier beliau terus meningkat, serta mampu membawa alumni lain untuk memberikan peran penting bagi masa depan Indonesia,” ujar Fathur.(*/Stephany)

