Thursday, June 18, 2026
HomePendidikanKemendikdasmen Dorong Pendidikan Berkelanjutan Melalui Pemanfaatan Alam sebagai Ruang Belajar

Kemendikdasmen Dorong Pendidikan Berkelanjutan Melalui Pemanfaatan Alam sebagai Ruang Belajar

MEDIAAKU.COM – Ketahanan pangan, kelestarian ekosistem laut, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia sangat dipengaruhi oleh kemampuan generasi muda dalam memahami dan menjaga lingkungan. Karena itu, dunia pendidikan perlu menghadirkan proses belajar yang relevan dengan kehidupan sehari-hari agar peserta didik dapat berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan global.

Melansir laman Kemendikdasmen, Kamis (18/6/2026) Komitmen tersebut menjadi alasan keterlibatan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam National Forum on Education for Sustainable Development (ESD) atau Forum Nasional Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan yang digelar UNESCO bersama Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) di Jakarta.

Mengusung tema “Biosphere Reserves and Oceans as Learning Spaces for People and the Planet”, forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri. Perwakilan pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, sektor swasta, hingga mitra pembangunan berdiskusi mengenai penguatan kebijakan pendidikan berkelanjutan serta pentingnya kolaborasi lintas sektor.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menekankan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk manusia Indonesia yang utuh sesuai arah pembangunan nasional. Menurutnya, tantangan masa depan menuntut lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional, spiritual, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Ia menegaskan bahwa proses pembelajaran perlu membawa peserta didik lebih dekat dengan lingkungan tempat mereka hidup. Pendidikan, lanjutnya, tidak hanya bertujuan mencetak individu yang mampu beradaptasi dengan dunia, tetapi juga generasi yang memiliki kesadaran untuk menjaga keberlanjutan bumi.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemendikdasmen terus mendorong penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Melalui metode ini, peserta didik didorong untuk belajar secara reflektif, kontekstual, dan bermakna. Lingkungan alam pun diposisikan bukan sekadar sebagai materi pelajaran, melainkan sebagai ruang belajar yang menghadirkan pengalaman nyata.

Pendekatan ini juga sejalan dengan upaya memperkuat pendidikan pembangunan berkelanjutan yang menekankan pembentukan karakter, kepedulian sosial, kemampuan berpikir kritis, serta semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai persoalan global.

Direktur Kantor Regional UNESCO di Jakarta, Maki Katsuno-Hayashikawa, menilai bahwa berbagai tantangan dunia, seperti perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan kerusakan ekosistem, menuntut perubahan mendasar dalam sistem pendidikan.

Menurutnya, pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi tentang isu lingkungan, tetapi juga mendorong perubahan cara belajar, mengajar, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Melalui program Sustaining Our Oceans (SOO) yang didukung Fast Retailing (UNIQLO), UNESCO bersama para mitra terus meningkatkan kapasitas pendidik dan masyarakat agar mampu menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian laut.

Salah satu implementasi program tersebut dilakukan di Wakatobi melalui pengembangan bahan ajar yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern dengan kearifan lokal terkait ekologi. Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat dengan kehidupan peserta didik.

Forum nasional ini juga ditandai dengan penyerahan simbolis paket pembelajaran “Wakatobiku” kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai bentuk sinergi antara pemerintah, organisasi internasional, pemerintah daerah, dan berbagai mitra pembangunan dalam memperkuat pendidikan berkelanjutan di Indonesia.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular