Thursday, June 25, 2026
HomeBeritaPLN Dinilai Jadi Pilar Penting Pembangunan dan Ketahanan Nasional

PLN Dinilai Jadi Pilar Penting Pembangunan dan Ketahanan Nasional

MEDIAAKU.COM – Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Letjen TNI Lodewijk F. Paulus menegaskan bahwa PT PLN (Persero) bersama Serikat Pekerja (SP) PLN memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional serta menjaga ketahanan negara. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) SP PLN 2026 yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta.

Melansir laman Kemenkopolkam, Kamis (25/6/2026) dalam pemaparannya, Lodewijk menekankan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang dicanangkan pemerintah sangat bergantung pada keandalan pasokan listrik. Menurutnya, seluruh aktivitas ekonomi dan pembangunan tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan sistem kelistrikan yang stabil.

“Kalau PLN mati seminggu saja, apakah pertumbuhan ekonomi 8% bisa tercapai? Tentu tidak bisa. Karena itu, peran PLN sangat penting dalam mendukung pembangunan nasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sektor kelistrikan tidak hanya berfungsi sebagai penopang pembangunan ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pertahanan negara. Berdasarkan berbagai regulasi, termasuk UUD 1945 serta sejumlah undang-undang terkait pertahanan, PLN dan para pekerjanya masuk dalam kategori komponen pendukung pertahanan nasional.

Menurut Lodewijk, peran komponen pendukung tidak selalu diwujudkan melalui penggunaan senjata. Dalam konteks PLN, bentuk kontribusinya adalah memastikan pasokan listrik tetap tersedia dan sistem kelistrikan nasional beroperasi dengan baik, terutama saat negara menghadapi berbagai ancaman.

“PLN beserta serikat pekerjanya berada pada komponen pendukung. Apakah harus mengangkat senjata? Tentu tidak. Justru tugasnya adalah memastikan listrik tetap menyala dan sistem kelistrikan tetap berjalan,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya infrastruktur energi dalam menjaga stabilitas suatu negara. Sebagai contoh, Lodewijk mengungkapkan bagaimana masyarakat Iran pernah menunjukkan dukungan terhadap perlindungan fasilitas pembangkit listrik ketika muncul ancaman serangan terhadap infrastruktur tersebut.

Karena itu, menjaga keberlangsungan sistem kelistrikan dinilai sebagai salah satu bentuk nyata bela negara. Gangguan pada jaringan listrik dapat berdampak luas terhadap infrastruktur vital dan berpotensi melemahkan ketahanan nasional.

Lebih lanjut, Lodewijk menegaskan bahwa sistem kelistrikan nasional termasuk objek vital strategis yang wajib dilindungi. Bahkan, dalam hukum humaniter internasional, serangan terhadap infrastruktur yang menyebabkan lumpuhnya layanan listrik dalam skala besar dilarang karena dapat menimbulkan dampak kemanusiaan yang serius.

Ia menyebut terdapat tiga alasan utama mengapa sektor kelistrikan harus terus mendapat perhatian. Pertama, listrik menjadi penggerak utama pembangunan nasional. Kedua, sektor ini merupakan bagian penting dari ketahanan negara. Ketiga, kelistrikan menjadi fondasi transformasi digital yang saat ini tengah didorong pemerintah.

“PLN memiliki peran yang sangat strategis dalam sistem pertahanan negara. Karena itu, fokuslah bekerja dan terus menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional, terlebih saat ini dunia mulai memasuki era perang elektronik yang menempatkan infrastruktur energi sebagai salah satu aset paling penting,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Lodewijk mengajak seluruh anggota SP PLN untuk terus berkontribusi dalam menjaga ketahanan energi nasional. Ia menilai penguasaan dan pengamanan sistem kelistrikan merupakan bagian penting dalam memperkuat kedaulatan bangsa.

“Listrik adalah kunci pembangunan, pendukung utama pertahanan negara, dan syarat mutlak untuk menjaga kedaulatan infrastruktur kita. Jika kita mampu menguasai dan mengamankan sistem kelistrikan sendiri, berarti kita telah memperkuat fondasi kedaulatan NKRI,” pungkasnya.

Rakernas SP PLN 2026 dihadiri perwakilan serikat pekerja dari berbagai daerah di Indonesia. Ketua SP PLN Muhammad Abrar Ali mengatakan tema yang diangkat tahun ini adalah “Mengawal Pengelolaan Energi Listrik Sebagaimana Amanah Konstitusi demi Terwujudnya Ketahanan dan Kedaulatan Energi Nasional.”

Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi sektor energi saat ini. Sementara itu, Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PT PLN Nurlely Amar menyampaikan bahwa ketahanan energi merupakan fondasi yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat. Ia berharap Rakernas menghasilkan rekomendasi yang mampu memberikan solusi terbaik bagi penguatan PLN sekaligus mendukung kepentingan bangsa.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular