Tuesday, July 14, 2026
HomeTeknologiFestival Film Keluarga Dinilai Efektif Sosialisasikan PP TUNAS dan Perkuat Perlindungan Anak...

Festival Film Keluarga Dinilai Efektif Sosialisasikan PP TUNAS dan Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

MEDIAAKU.COM – Penyelenggaraan festival film keluarga dinilai dapat menjadi salah satu cara efektif untuk mengenalkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Melalui pendekatan kreatif, pesan mengenai pentingnya menciptakan ruang digital yang aman bagi anak dinilai lebih mudah dipahami masyarakat.

Melansir laman Kemkomdigi, Selasa (14/7/2026) Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengapresiasi penyelenggaraan Netflix Family Festival 2026: World of Wonder di Jakarta. Menurutnya, kegiatan tersebut selaras dengan semangat PP TUNAS karena menghadirkan pengalaman digital yang ramah anak melalui penerapan klasifikasi usia serta penyediaan konten yang sesuai bagi anak-anak.

Nezar menjelaskan bahwa penerapan PP TUNAS tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan fitur keamanan pada platform digital, tetapi juga melalui berbagai kegiatan yang meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan anak di dunia digital.

Ia menilai Netflix telah mengadopsi pendekatan yang inovatif dengan menghadirkan fitur perlindungan anak sekaligus memberi ruang bagi para kreator untuk menghasilkan konten yang aman, edukatif, inspiratif, dan sesuai untuk keluarga. Cara tersebut dinilai mampu menyampaikan pesan perlindungan anak dengan lebih efektif.

Dalam festival itu, Netflix turut menayangkan karya para sineas Indonesia dan menyelenggarakan berbagai aktivitas edukatif yang melibatkan anak-anak, keluarga, serta pelaku industri kreatif. Wamenkomdigi berharap kolaborasi seperti ini dapat menjadi contoh bagi penyelenggara sistem elektronik lainnya dalam mendukung implementasi PP TUNAS.

Menurut Nezar, penyampaian pesan mengenai perlindungan anak akan lebih mudah diterima jika dilakukan melalui pengalaman yang menyenangkan, bukan hanya lewat sosialisasi regulasi. Keterlibatan keluarga, kreator, dan industri kreatif juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya digital yang sehat.

Pemerintah terus mendorong seluruh penyelenggara sistem elektronik (PSE) agar tidak hanya memenuhi ketentuan yang berlaku, tetapi juga berkontribusi menciptakan ekosistem digital yang aman melalui berbagai inovasi dan kolaborasi.

Ia menambahkan, implementasi PP TUNAS hingga kini menunjukkan perkembangan yang positif. Sejumlah platform digital telah menyediakan berbagai fitur perlindungan anak, seperti akun khusus anak, kontrol orang tua, serta pembatasan akses berdasarkan kelompok usia.

Meski demikian, pemerintah akan terus melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan seluruh platform mematuhi ketentuan PP TUNAS sekaligus meningkatkan kualitas perlindungan anak di ruang digital. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan regulasi tersebut memerlukan kerja sama antara pemerintah, penyelenggara sistem elektronik, industri kreatif, dan masyarakat.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular