Friday, July 24, 2026
HomeBeritaPemerintah Mulai Bangun Sistem BRT Bandung Raya, Dorong Transportasi Publik Modern dan...

Pemerintah Mulai Bangun Sistem BRT Bandung Raya, Dorong Transportasi Publik Modern dan Terintegrasi

MEDIAAKU.COM – Pemerintah resmi memulai pembangunan fisik Indonesia Mass Transit Project (MASTRAN) melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) di Depo BRT Leuwipanjang, Kabupaten Bandung belum lama ini.Langkah ini menjadi awal pengembangan sistem Bus Rapid Transit (BRT) di Kawasan Cekungan Bandung sebagai bagian dari upaya menghadirkan transportasi umum yang modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan.

Melansir laman Kemenhub, Jumat (24/7/2026) Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pembangunan angkutan massal menjadi solusi untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat di kawasan metropolitan yang terus berkembang. Melalui sistem BRT, pemerintah ingin menyediakan layanan transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, terjangkau, serta terhubung dengan moda transportasi lainnya.

Program MASTRAN merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk memperkuat sistem transportasi massal perkotaan yang berkelanjutan. Pada tahap awal, proyek difokuskan di dua kawasan metropolitan, yaitu Bandung Basin Metropolitan Area (BBMA) dan Mebidang. Selain membangun jalur khusus, halte, depo, dan Intelligent Transport System (ITS), proyek ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas kelembagaan serta kesiapan operasional pemerintah daerah.

Di Kawasan Cekungan Bandung, layanan BRT akan menjangkau lima wilayah, yakni Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang. Pengembangannya mencakup pembangunan koridor khusus sepanjang 21 kilometer, 34 stasiun BRT, 18 rute layanan langsung, sekitar 719 titik pemberhentian, serta ratusan armada bus yang akan melayani mobilitas masyarakat.

Sistem BRT nantinya akan terintegrasi dengan layanan kereta api, angkutan pengumpan, dan moda transportasi lain sehingga perjalanan masyarakat menjadi lebih mudah dan efisien dari awal hingga tujuan akhir.

Menhub menegaskan, keberhasilan proyek ini tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pemerintah pusat bertanggung jawab pada pembangunan infrastruktur, sistem BRT, dan penguatan kelembagaan, sedangkan pemerintah daerah berperan dalam penyediaan lahan, regulasi, rekayasa lalu lintas, pembentukan badan pengelola, hingga memastikan operasional dan pemeliharaan layanan berjalan berkelanjutan.

Selain meningkatkan kualitas layanan angkutan umum, proyek ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan, meningkatkan produktivitas masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan rendah emisi.

Berdasarkan analisis World Bank, pengembangan BRT di Cekungan Bandung diperkirakan dapat menarik sekitar 99 ribu penumpang setiap hari, memangkas waktu tempuh perjalanan rata-rata hingga 11 persen, meningkatkan akses masyarakat terhadap lapangan kerja sebesar 25 persen, serta menurunkan emisi karbon secara bertahap hingga sekitar 196 ribu ton COâ‚‚.

MASTRAN merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Indonesia dengan World Bank dan Agence Française de Développement (AFD). Kedua lembaga tersebut memberikan dukungan berupa pembiayaan, pendampingan teknis, serta berbagi pengalaman internasional dalam pengembangan transportasi massal perkotaan.

Secara keseluruhan, program ini didukung pendanaan sekitar Rp3,8 triliun yang berasal dari pinjaman World Bank sebesar US$224 juta, pinjaman AFD sebesar US$40 juta, serta dana pendamping dari pemerintah. Sementara itu, pembangunan infrastruktur BRT di Kawasan Cekungan Bandung memiliki nilai investasi sekitar Rp1,3 triliun.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama pemerintah kabupaten dan kota di Kawasan Cekungan Bandung juga menandatangani kerja sama penyediaan Public Service Obligation (PSO). Kesepakatan tersebut bertujuan menjamin keberlanjutan operasional layanan BRT sekaligus menjaga agar tarif tetap terjangkau bagi masyarakat.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut pembangunan BRT sebagai awal era baru transportasi publik di Bandung Raya. Menurutnya, selain menghadirkan sistem transportasi yang cepat, terintegrasi, dan berbasis digital, perubahan pola pikir masyarakat dalam menggunakan transportasi umum juga menjadi faktor penting menuju sistem mobilitas yang lebih baik.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular