Friday, August 7, 2026
HomeTeknologiPemerintah Ubah Strategi Pemerataan Internet, Tak Lagi Hanya Andalkan BTS

Pemerintah Ubah Strategi Pemerataan Internet, Tak Lagi Hanya Andalkan BTS

MEDIAAKU.COM – Pemerintah terus berupaya memperluas akses internet di seluruh Indonesia dengan menerapkan strategi yang lebih fleksibel. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria menyampaikan bahwa pembangunan konektivitas kini tidak lagi hanya mengandalkan pembangunan Base Transceiver Station (BTS), tetapi disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah.

Melansir laman Kemkomdigi, Jumat (7/8/2026) Menurut Nezar, setiap wilayah memiliki kondisi geografis, jumlah penduduk, dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pemerintah akan memanfaatkan kombinasi berbagai teknologi, seperti BTS, jaringan fiber optik, satelit, hingga sistem telekomunikasi lainnya agar akses internet dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk di daerah terpencil dan sulit dijangkau.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah akan memetakan wilayah yang menjadi prioritas. Apabila suatu daerah tidak memungkinkan dilayani melalui BTS, maka akan dipertimbangkan penggunaan teknologi lain, seperti satelit atau jaringan alternatif yang lebih sesuai dengan kondisi lapangan.

Nezar juga mengungkapkan bahwa Kalimantan Timur menjadi salah satu provinsi dengan tingkat konektivitas yang cukup tinggi. Dari total 841 desa, sebanyak 803 desa telah memperoleh layanan internet, sehingga cakupan konektivitas di wilayah tersebut mencapai sekitar 95,5 persen.

Meski demikian, pemerintah masih mencatat terdapat 269 titik blankspot di Kalimantan Timur yang membutuhkan perhatian khusus. Penyelesaian wilayah tanpa sinyal tersebut akan dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), serta para operator telekomunikasi.

Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang dalam pemerataan akses digital. Oleh sebab itu, kolaborasi antarpemangku kepentingan dinilai menjadi langkah penting untuk mempercepat pembangunan jaringan di daerah yang masih mengalami blankspot maupun kualitas sinyal yang lemah.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, mengatakan bahwa pemerintah daerah juga telah menerapkan pendekatan serupa. Penyediaan layanan internet dilakukan dengan memadukan berbagai teknologi, seperti fiber optik, VSAT, dan satelit, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi setiap desa.

Ririn menambahkan bahwa percepatan pemerataan konektivitas memerlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat, baik melalui sinkronisasi data, penguatan kebijakan, maupun kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, sinergi antara seluruh pihak menjadi faktor utama agar akses internet dapat dinikmati secara merata oleh masyarakat hingga ke pelosok negeri.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular