MEDIAAKU.COM – Nilai tukar rupiah kembali berada di zona merah pada perdagangan Selasa (18/8/2026) pagi. Mata uang Garuda tercatat berada di level Rp17.847 per dolar AS, melemah 49 poin atau sekitar 0,28 persen dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya.
Pergerakan mata uang Asia pada perdagangan hari ini cenderung bervariasi. Melansir CNN Indonesia, Selasa (18/8/2026) Yuan China melemah 0,03 persen, peso Filipina turun 0,22 persen, sementara ringgit Malaysia menguat 0,29 persen. Dolar Singapura dan dolar Hong Kong tercatat relatif stabil.Di sisi lain, yen Jepang terkoreksi tipis 0,01 persen, sedangkan won Korea Selatan menguat 0,47 persen terhadap dolar AS.
Pergerakan serupa juga terlihat pada sejumlah mata uang negara maju. Poundsterling Inggris naik 0,03 persen, dolar Australia menguat 0,05 persen, dan dolar Kanada bertambah 0,03 persen. Sementara itu, euro melemah 0,01 persen dan franc Swiss turun 0,04 persen.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah masih berpotensi berlanjut. Kondisi geopolitik di Timur Tengah serta kenaikan harga minyak mentah dunia menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi pergerakan mata uang Garuda.Menurutnya, berakhirnya gencatan senjata AS-Iran turut meningkatkan ketidakpastian di pasar global sehingga berpotensi memberikan tekanan terhadap rupiah.
Lukman memperkirakan rupiah pada perdagangan Selasa bergerak di kisaran Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS. Pelaku pasar pun masih mencermati perkembangan geopolitik dan pergerakan harga komoditas energi sebagai faktor penting bagi arah rupiah selanjutnya.(*/Stephany)

