MEDIAAKU.COM – Tim nasional Modern Pentathlon Indonesia menunjukkan perkembangan positif pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Sejumlah atlet berhasil mencatatkan personal best (PB) meski harus menghadapi persaingan ketat di level Asia.
Melansir laman Kemenpora, Sabtu (19/9/2026) Atlet putra Indonesia, Samuel Christian Matulatuwa, finis di posisi ke-10 dari 18 peserta pada semifinal B dengan koleksi 1.456 poin. Hasil tersebut membuat Samuel gagal melaju ke final setelah hanya terpaut 12 poin dari S German asal Filipina yang menempati peringkat kesembilan.
Samuel mengaku cukup puas dengan penampilannya. Ia menilai persaingan di nomor yang diikutinya berlangsung sangat ketat, sekaligus menjadi pengalaman penting untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
Perubahan nomor dari berkuda menjadi obstacle juga dinilai Samuel membuat proses adaptasi atlet menjadi lebih mudah. Ia mengaku menyukai nomor obstacle karena sudah terbiasa dengan aktivitas yang melibatkan panjat dan rintangan.
Sekretaris Jenderal PP Modern Pentathlon Indonesia, Marsma TNI Ridwan Gultom, turut mengapresiasi perkembangan para atlet. Menurutnya, sebagian besar atlet Indonesia yang tampil di Asian Games 2026 mampu memperbaiki catatan terbaik mereka.
Samuel menjadi salah satu contohnya. Ia mencatat waktu 55 detik pada nomor renang gaya bebas 200 meter, lebih cepat dari catatan sebelumnya yang berada di kisaran 57 detik. Pada nomor obstacle, Samuel juga memangkas waktunya dari 28 detik saat kualifikasi tahun lalu menjadi 24 detik.
Pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Indonesia mengirimkan lima atlet Modern Pentathlon yang terdiri dari tiga putri dan dua putra. Salah satu atlet putri, Caroline Bangun, berhasil menembus babak final.
Ridwan yang juga bertugas sebagai pelatih kepala menilai perjuangan seluruh atlet patut diapresiasi. Ia menyebut keberadaan fasilitas latihan obstacle milik sendiri di Indonesia turut membantu meningkatkan kesiapan para atlet menghadapi kompetisi.(*/Stephany)

