MEDIAAKU.COM – Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 berlanjut ke Daerah Istimewa Yogyakarta setelah sebelumnya digelar di Pura Mangkunegaran, Solo. Program ini menghadirkan forum diskusi, pameran produk lokal, serta kolaborasi industri untuk memperkuat potensi wisata gastronomi Indonesia.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana membuka WIG Talks 2026 di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta. Forum tersebut menghadirkan 22 pembicara dalam lima sesi diskusi dan satu sesi ulasan buku, dengan jumlah peserta melampaui target 300 orang.
Melansir laman Kemenpar, Sabtu (3/10/2026) Widiyanti menjelaskan, gastronomi bukan sekadar pengalaman menikmati makanan, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Menurutnya, kekayaan kuliner Indonesia perlu dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah, pelaku industri, chef, akademisi, dan komunitas agar mampu memperluas peluang bisnis sekaligus dikenal di pasar global.
Selain forum diskusi, WIG 2026 menghadirkan Artisan Market pada 2–4 Oktober 2026 dengan melibatkan 21 tenant dari kawasan Joglosemar dan Jakarta serta 13 kolaborator.
Pengunjung dapat menemukan berbagai produk lokal, seperti rempah-rempah, kopi dan teh Nusantara, keju artisan, jamu modern, madu murni, gula kelapa organik, hingga minuman fermentasi. Kegiatan ini menargetkan 1.300 pengunjung selama tiga hari.
Rangkaian WIG 2026 juga mencakup Indonesia Restaurant Months bersama Priceless by Mastercard yang melibatkan 150 restoran di enam kota, serta Chef Collaboration di tiga kota.
Kementerian Pariwisata turut menggandeng Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) untuk menggelar Culinary Festival pada 7 Oktober hingga 1 November 2026 di 32 mal yang tersebar di 14 kota.
Melalui rangkaian tersebut, WIG 2026 diharapkan mampu memperluas pasar produk gastronomi lokal sekaligus menjadikan kuliner sebagai penggerak pariwisata dan ekonomi masyarakat.(*/Stephany)

