MEDIAAKU.COM – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bergerak cepat menangani dampak gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.
Melansir laman Kemenpar, Minggu (16/8/2026) Gempa yang terjadi pukul 05.58 WITA tersebut berpusat pada kedalaman 15 kilometer. Getaran juga diikuti sejumlah gempa susulan, termasuk gempa M 6,2, M 4,5, dan M 5,6 yang turut dirasakan di Labuan Bajo dan wilayah sekitarnya.
Keselamatan wisatawan menjadi perhatian utama pemerintah, khususnya di kawasan Floratama yang mencakup Flores, Alor, Lembata, dan Bima. Sebanyak 986 wisatawan yang sebelumnya tertahan di Pulau Padar karena pelayaran dihentikan sementara telah berhasil kembali ke Labuan Bajo setelah jalur pelayaran dinyatakan dapat dibuka kembali.
Di Labuan Bajo, seluruh tamu hotel sempat diarahkan menuju lokasi terbuka yang dinilai aman, seperti Natas Parapuar dan Lapangan RSUD Komodo. Wisatawan dari Meurorah Hotel yang sebelumnya mengungsi ke Puncak Waringin juga telah kembali ke tempat menginap masing-masing.
Sementara itu, Bandara Komodo masih melayani penerbangan dengan pembatasan setelah dilakukan pemeriksaan teknis. Aktivitas pelayaran juga mulai kembali berjalan secara bertahap.Sebagai langkah pencegahan, seluruh agenda penutupan Festival Golo Koe di Manggarai Barat, termasuk misa, konser, dan pameran UMKM, dihentikan demi mengutamakan keselamatan masyarakat dan wisatawan.
Dari hasil pemantauan BPOLBF hingga pukul 13.45 WITA, sejumlah fasilitas pariwisata mengalami kerusakan. Hotel Jayakarta di Manggarai Barat dilaporkan mengalami kerusakan struktur pada beberapa bagian bangunan. Para tamu dan karyawan telah dipindahkan ke hotel lain yang dinilai aman. Sementara Hotel Papita Mbay di Nagekeo mengalami kerusakan cukup parah dan masih dalam proses penanganan.
Beberapa hotel lain di Labuan Bajo, seperti Ayana, Ta’aktana Marriott, Crown, Menjaga Bay, Luwansa, Sudamala, dan Meurorah, secara umum masih dalam kondisi aman meski ditemukan retakan ringan. Jaringan listrik dan internet di sebagian besar akomodasi juga telah kembali normal.Kerusakan ringan turut dilaporkan di Restoran La Moringga dan Escape Bajo. Sementara itu, papan nama kawasan Loh Liang di Pulau Komodo dilaporkan roboh dan pemantauan terhadap fasilitas wisata lainnya masih dilakukan.
Dampak gempa juga terasa pada akses transportasi dan fasilitas publik. Longsor serta robohnya tiang listrik dilaporkan terjadi di sejumlah jalur, antara lain Labuan Bajo–Ruteng, Bajawa–Ende, Ruteng–Borong, dan Ende–Moni. Pelabuhan Maumere di Kabupaten Sikka juga mengalami kerusakan.Sejumlah fasilitas umum turut terdampak, termasuk Unika St. Paulus Ruteng, Gereja Paroki Karot, Gereja Borong, Kantor Camat Kuwus, serta fasilitas rawat jalan dan UGD RSUD Ruteng.
Data sementara mencatat empat orang meninggal dunia, masing-masing satu orang di Terang, Manggarai Barat, dua orang di Reo, Manggarai, dan satu orang di Maumere, Sikka. Selain itu, dua orang dilaporkan mengalami luka-luka di Maumere.
BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 08.30 WITA. Meski demikian, masyarakat dan wisatawan tetap diminta berhati-hati karena gempa susulan masih berpotensi terjadi.
BPOLBF bersama BMKG, KSOP, Basarnas, BPBD, dan pemerintah daerah terus menjalankan pemantauan serta koordinasi melalui posko yang telah diaktifkan. Pemerintah juga mengingatkan wisatawan dan pelaku usaha pariwisata untuk tetap tenang serta memperoleh informasi hanya dari kanal resmi dan pihak berwenang.
Kemenpar menegaskan bahwa perkembangan dampak gempa masih bersifat sementara. Pembaruan mengenai kondisi destinasi dan fasilitas pariwisata akan terus dilakukan berdasarkan laporan terbaru dari instansi terkait di lapangan.(*/Stephany)

