MEDIAAKU.COM – Sampah organik seperti sisa makanan, kulit buah, sayuran, daun kering, dan potongan tanaman kerap berakhir di tempat sampah. Padahal, jenis sampah ini masih dapat diolah dan dimanfaatkan kembali sehingga jumlah sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir bisa dikurangi.
Kementerian Lingkungan Hidup menyebut pengolahan sampah organik dapat dilakukan melalui pengomposan. Proses tersebut memanfaatkan mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik menjadi kompos yang dapat digunakan untuk tanaman.
Lantas, bagaimana cara mengelola sampah organik di rumah? Melansir dari Environmental Protection Agency (EPA) berikut beberapa pilihan yang bisa dilakukan:
1.Pisahkan sampah organik sejak awal
Langkah paling sederhana adalah menyediakan wadah khusus untuk sampah organik. Sisa sayuran, buah, daun, ampas kopi, dan kulit telur dapat dipisahkan dari plastik, kaca, logam, maupun sampah lainnya.
Pemilahan sejak dari rumah membuat sampah organik lebih mudah diolah dan mengurangi risiko tercampur dengan bahan yang tidak dapat terurai.
2.Ubah menjadi kompos
Sisa makanan dan sampah dari halaman dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos. Campurkan bahan yang kaya nitrogen, seperti sisa buah dan sayuran, dengan bahan kaya karbon seperti daun kering atau potongan ranting.
Menurut EPA, proses pengomposan membutuhkan keseimbangan bahan organik, kelembapan, serta sirkulasi udara agar mikroorganisme dapat bekerja dengan baik.
3.Coba vermikompos
Jika memiliki ruang terbatas, pengolahan sampah organik juga dapat dilakukan menggunakan metode vermikompos atau kompos dengan bantuan cacing.
Sisa buah dan sayuran tertentu dapat diberikan sebagai makanan cacing, kemudian hasil penguraiannya dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman.Metode ini bisa menjadi pilihan bagi rumah yang tidak memiliki halaman luas.
4.Manfaatkan untuk budidaya maggot
Sampah organik juga dapat dimanfaatkan sebagai media pakan dalam budidaya larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot. Kementerian Lingkungan Hidup mencantumkan pemanfaatan BSF sebagai salah satu alternatif untuk membantu menguraikan sampah organik.
Cara ini dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin mengurangi sampah sekaligus memanfaatkan hasil pengolahannya untuk kebutuhan tertentu.
5.Kurangi sampah makanan sejak dari dapur
Mengelola sampah bukan hanya soal mengolah sisa makanan, tetapi juga mencegah makanan terbuang. Belanja sesuai kebutuhan, menyimpan bahan makanan dengan tepat, serta memanfaatkan kembali makanan yang masih layak dikonsumsi dapat membantu mengurangi timbunan sampah organik.
Jika tetap memiliki sisa makanan yang tidak dapat dimanfaatkan, sampah tersebut bisa diarahkan ke pengomposan atau sistem pengolahan organik lainnya.
Dengan pengelolaan sederhana dari rumah, sampah organik tidak harus selalu berakhir di tempat pembuangan. Selain membantu mengurangi volume sampah, pengolahan seperti komposting juga dapat menghasilkan bahan yang bermanfaat bagi tanaman dan tanah.(*/Stephany)

