Saturday, October 17, 2026
HomeKesehatanLangit Jingga di Kalimantan Jadi Sorotan Media Internasional, Karhutla Picu Kabut Asap...

Langit Jingga di Kalimantan Jadi Sorotan Media Internasional, Karhutla Picu Kabut Asap Berbahaya

MEDIAAKU.COM – Fenomena langit berwarna jingga di Kalimantan Tengah akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi sorotan berbagai media internasional. Peristiwa yang belum lama ini terjadi di tengah kebakaran yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Melansir CNN Indonesia, Jumat (16/10/2026) Media Singapura, Channel News Asia (CNA), melaporkan bahwa konsentrasi partikel polutan PM2.5 di wilayah tersebut melampaui angka 3.000. PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk penyakit paru-paru dan stroke.

Media Thailand, Bangkok Post, juga menyoroti kabut berwarna kuning dan jingga yang menyelimuti Kalimantan Tengah. Asap kebakaran dilaporkan menyebar hingga Malaysia, Singapura, dan Timor Leste. Bahkan, Timor Leste meliburkan sekolah selama tiga hari akibat dampak kabut asap tersebut.

Media Barat, seperti BBC, CNN, dan Sky News, turut memberitakan fenomena ini. BBC menyebut Indonesia menghadapi musim kebakaran hutan terburuk dalam satu dekade terakhir, diperparah oleh El Nino yang menyebabkan kekeringan dan membuat api lebih sulit dipadamkan.

Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya, termasuk teknologi modifikasi cuaca atau cloud seeding. Selain itu, penggunaan sekitar 1,5 ton es kering juga dipertimbangkan untuk membantu memecah kabut di atmosfer. Presiden Prabowo Subianto meminta berbagai instansi meningkatkan upaya pemadaman dan mengurangi dampak kabut asap.

Sementara itu, Sky News menyoroti peningkatan kasus gangguan pernapasan di tujuh wilayah terdampak karhutla. Media tersebut juga mengangkat persoalan kerentanan lahan gambut Indonesia terhadap kebakaran.

Kelompok perlindungan lahan gambut Pantau Gambut memperkirakan sekitar 16 juta dari total 24 juta hektare lahan gambut di Indonesia rentan terbakar akibat berbagai faktor, termasuk deforestasi dan berkurangnya air tanah.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat dan berdampak hingga ke negara tetangga. Pencegahan kebakaran serta penanganan kabut asap menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular