MEDIAAKU.COM – Kapal kura-kura Korea atau “Geobukseon” merupakan salah satu kapal perang paling terkenal dalam sejarah Korea. Namanya berarti “kapal kura-kura” karena bagian atas kapal dibuat menyerupai tempurung. Kapal ini menjadi terkenal terutama pada masa invasi Jepang ke Korea atau Perang Imjin (1592–1598), ketika digunakan oleh angkatan laut Dinasti Joseon.
Menariknya, Geobukseon ternyata tidak sepenuhnya merupakan penemuan baru pada masa Laksamana Yi Sun-sin. Catatan sejarah Dinasti Joseon telah menyebut keberadaan kapal kura-kura pada awal abad ke-15.
Penelitian tentang sejarah awal kapal tersebut menunjukkan bahwa catatan dari masa Raja Taejong pada 1413 dan 1415 mengindikasikan keberadaannya, meskipun bentuk dan fungsi kapal pada masa itu belum dapat diketahui secara pasti.Pada akhir abad ke-16, Yi Sun-sin mengembangkan kembali konsep kapal tersebut untuk menghadapi armada Jepang.
Kapal kura-kura dirancang dengan struktur tertutup yang memberikan perlindungan bagi awak kapal.Bagian atasnya juga dilengkapi duri atau paku untuk menyulitkan musuh menaiki kapal. Persenjataannya terdiri atas berbagai jenis meriam yang memungkinkan serangan dilakukan dari beberapa arah.
Menurut penelitian, keunggulan Geobukseon tidak hanya berasal dari perlindungan tubuh kapal, tetapi juga dari kecepatan, persenjataan meriam, dan penggunaannya dalam taktik perang yang tepat.
Sejarawan dan peneliti Soonkoo Hong dalam kajiannya menjelaskan bahwa bentuk, ukuran, struktur, jumlah awak, dan sistem persenjataan Geobukseon mengalami perubahan sepanjang masa Dinasti Joseon. Karena itu, gambaran tentang satu bentuk Geobukseon yang dianggap selalu sama sebenarnya terlalu sederhana.
Buku “Unveiling Admiral Yi Sun-sin and the Turtle Ship” karya Kwangsoob Ko juga menempatkan Geobukseon sebagai bagian penting dari inovasi militer Yi Sun-sin. Namun, sejarahnya perlu dipahami secara kritis.
Klaim populer bahwa Geobukseon pasti merupakan kapal perang berlapis besi pertama di dunia atau kapal selam pertama dunia masih diperdebatkan. Peneliti Kihoon Lee bahkan menunjukkan bagaimana klaim “kapal selam pertama” berkembang menjadi mitos nasionalisme modern.
Sejarah Geobukseon mengajarkan bahwa sebuah inovasi menjadi kuat bukan hanya karena kecanggihan bentuknya, tetapi karena kemampuan manusia menggabungkan teknologi, keberanian, strategi, dan kepemimpinan.(*/janu)

