MEDIAAKU.COM – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peningkatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), terutama untuk sektor produksi di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Upaya ini ditujukan untuk memperluas akses modal bagi pelaku UMKM, mendorong pertumbuhan usaha, dan membuka lapangan kerja baru.
Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Penyaluran KUR Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara bersama 27 lembaga penyalur KUR di Surabaya.
Melansir laman KemenUMKM, Kamis (29/10/2026) Hingga 23 Oktober 2026, penyaluran KUR secara nasional mencapai Rp262,4 triliun atau 91 persen dari target Rp290 triliun, dengan total 4,07 juta debitur. Sementara itu, wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara menyumbang Rp150,5 triliun atau sekitar 57 persen dari realisasi nasional.
Meski demikian, penyaluran KUR masih didominasi Pulau Jawa. Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat menyumbang sekitar 78 persen, sedangkan Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) baru sekitar 12 persen.
Helvi menilai pemerataan pembiayaan perlu ditingkatkan, mengingat porsi KUR sektor produksi di wilayah tersebut baru mencapai 61,1 persen. Realisasi debitur yang berhasil naik kelas juga baru mencapai 64 persen dari target.
Untuk mengatasi tantangan itu, Kementerian UMKM akan memperkuat kesiapan pelaku usaha melalui fasilitasi Nomor Induk Berusaha (NIB), pendampingan pencatatan keuangan, serta peningkatan literasi pembiayaan. Pemerintah daerah juga didorong lebih aktif mendata calon debitur potensial melalui Sistem Informasi Kredit Program (SIKP).
Selain itu, koordinasi dengan perbankan dan pemerintah daerah akan ditingkatkan agar penyaluran KUR sesuai dengan potensi usaha di setiap wilayah.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak turut mengapresiasi koordinasi tersebut. Ia menyebut Bank Jatim terus berupaya mengusulkan calon penerima KUR agar akses pembiayaan semakin luas, terutama bagi sektor produktif.
Helvi menegaskan, penyaluran KUR tidak hanya berorientasi pada pembiayaan usaha, tetapi juga harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja.(*/Stephany)

