MEDIAAKU.COM – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong pengembangan teknologi kesehatan digital dengan menghubungkan startup, rumah sakit, dan investor melalui Garuda Spark Innovation Hub.
Melansir laman Kemkomdigi, Kamis (29/10/2026) Inisiatif ini membuka peluang pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk membantu deteksi dini tuberkulosis (TBC) serta mengatasi keterbatasan dokter spesialis.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan hal tersebut dalam acara Health Innovation Showcase 2026 di Jakarta Selatan. Ia menegaskan bahwa ekosistem yang kuat menjadi kunci agar inovasi teknologi kesehatan dapat berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat.
Nezar juga mengapresiasi 11 inovator yang berhasil melewati uji sandbox Kementerian Kesehatan. Salah satu potensi penerapan AI adalah membantu analisis hasil rontgen dada untuk mendukung diagnosis awal TBC sehingga pasien dapat memperoleh penanganan lebih cepat.
Menurutnya, rumah sakit memiliki berbagai kebutuhan yang dapat menjadi peluang bagi inovator untuk mengembangkan solusi berbasis teknologi. Namun, penerapannya harus tetap memperhatikan keselamatan pasien, perlindungan data kesehatan, dan peran tenaga medis.
Untuk mendukung pengembangan startup, Komdigi memfasilitasi pertemuan bisnis dengan investor melalui Garuda Spark Innovation Hub. Program ini telah menarik investasi lebih dari Rp429 miliar, dengan target mencapai Rp1 triliun hingga akhir 2026.
Nezar berharap kolaborasi pemerintah, rumah sakit, inovator, dan investor dapat memperkuat ekosistem kesehatan digital Indonesia serta menghadirkan teknologi yang aman dan inklusif menuju Indonesia 2045.(*/Stephany)

