Sunday, November 8, 2026
HomeEkonomiIrene Umar Ajak Generasi Muda Jadi Penggerak Masa Depan Ekonomi Kreatif Indonesia

Irene Umar Ajak Generasi Muda Jadi Penggerak Masa Depan Ekonomi Kreatif Indonesia

MEDIAAKU.COM – Generasi muda didorong untuk mengambil peran lebih besar dalam membangun masa depan ekonomi kreatif Indonesia. Mereka tidak hanya diharapkan mampu mengikuti perkembangan tren, tetapi juga menciptakan inovasi, membaca peluang pasar, dan menghasilkan ide kreatif yang memiliki nilai ekonomi.

Melansir laman Kemenekraf, Minggu (8/11/2026) Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyampaikan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam Youth Economic Summit (YES) 2026 di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta.

Mengusung tema Drive the Direction: Mengambil Peran Menentukan Arah Masa Depan, kegiatan ini menjadi wadah bagi anak muda untuk mengenal perkembangan ekonomi, dinamika industri, hingga peluang membangun usaha.

Menurut Irene, generasi muda Indonesia harus mulai berani menjadi penggerak perubahan dan menentukan arah perkembangan industri kreatif, bukan hanya menjadi konsumen tren yang sudah ada.

Salah satu kemampuan penting yang perlu dimiliki adalah mengolah data. Data tidak cukup hanya dikumpulkan dalam bentuk angka, tetapi harus dianalisis agar dapat memberikan gambaran mengenai kebutuhan pasar, potensi bisnis, serta strategi pengembangan usaha.

Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) juga memberikan kesempatan bagi anak muda untuk melakukan analisis dan simulasi bisnis. Dengan dukungan data yang akurat serta teknologi komputasi, berbagai kemungkinan dapat dipelajari sebelum mengambil keputusan.

Irene turut menyoroti industri gim sebagai salah satu sektor ekonomi kreatif yang memiliki prospek menjanjikan. Berdasarkan laporan Peta Ekosistem Industri Gim Indonesia 2024 dari Kementerian Komunikasi dan Digital, jumlah pemain gim di Indonesia telah melampaui 150 juta orang.

Besarnya pasar tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke tingkat internasional. Salah satu contohnya melalui kolaborasi industri Mobile Legends dengan jenama lokal Shiroshima yang menghadirkan batik dalam produk merchandise untuk komunitas gim.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa warisan budaya dapat dikembangkan menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus berpeluang menembus pasar global.

Selain itu, Irene mendorong mahasiswa agar tidak membiarkan hasil penelitian, skripsi, maupun tesis berhenti sebagai karya akademis. Berbagai inovasi dari lingkungan pendidikan perlu dikembangkan menjadi produk, kekayaan intelektual (IP), hingga bisnis kreatif yang berkelanjutan.

Ia juga menegaskan bahwa keberanian untuk memulai merupakan bagian penting dari keberhasilan. Menurutnya, setiap anak muda yang berani menyampaikan gagasan dan mengambil langkah nyata sudah menunjukkan semangat sebagai pemenang, terlepas dari hasil kompetisi yang diikuti.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular