MEDIAAKU.COM – Energi berlebih pada anak sering kali menjadi perhatian orang tua dan pendidik. Anak yang tampak tidak bisa diam, selalu bergerak, dan sulit fokus kerap dianggap “nakal” atau tidak disiplin. Padahal, kondisi ini bisa jadi merupakan bagian dari perkembangan normal atau bahkan berkaitan dengan kondisi tertentu seperti “Attention Deficit Hyperactivity Disorder”.
Anak dengan energi berlebih sebenarnya memiliki sistem pengaturan diri yang belum berkembang optimal. Mereka bukan tidak mau diam, tetapi memang kesulitan mengontrol impuls dan aktivitasnya. Hal ini menuntut pendekatan yang penuh kesabaran dan strategi yang tepat, bukan hukuman.
Sementara itu, Maria Montessori menekankan bahwa anak-anak secara alami memiliki dorongan untuk bergerak dan mengeksplorasi lingkungan. Dalam bukunya “The Montessori Method”, ia menjelaskan bahwa gerak adalah bagian penting dari proses belajar anak. Melarang anak bergerak justru dapat menghambat perkembangan kognitif dan emosional mereka.
Energi berlebih pada anak juga bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya aktivitas fisik terarah, pola makan yang tidak seimbang, kurang tidur, atau stimulasi berlebihan dari gadget. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menyediakan ruang bagi anak untuk menyalurkan energinya, seperti melalui olahraga, permainan kreatif, atau kegiatan seni.
Pendekatan yang efektif bukanlah menekan energi anak, melainkan mengarahkannya. Misalnya, membuat jadwal harian yang terstruktur, memberikan instruksi yang jelas dan singkat, serta memberikan pujian ketika anak mampu mengontrol dirinya.
Lingkungan yang suportif dan penuh kasih sayang juga sangat berpengaruh dalam membantu anak belajar mengelola energinya.Pada akhirnya, energi berlebih bukanlah kelemahan, melainkan potensi. Banyak anak dengan energi tinggi tumbuh menjadi individu yang kreatif, aktif, dan penuh semangat jika diarahkan dengan baik.
Sebagai orang dewasa, kita perlu melihat anak dengan empati, bukan sekadar penilaian. Setiap anak unik, dan tugas kita bukan mengubah mereka menjadi “tenang”, tetapi membantu mereka menjadi versi terbaik dari dirinya.(*/janu)

