MEDIAAKU.COM – Anak tersedak saat makan adalah kondisi yang cukup sering terjadi, terutama pada balita yang sedang belajar mengunyah dan menelan dengan baik. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, penyebab utama terjadinya tersedak adalah kurangnya koordinasi antara proses mengunyah dan menelan, serta pemberian makanan yang tidak sesuai dengan usia anak.
Salah satu penyebab umum adalah ukuran makanan yang terlalu besar atau tekstur yang terlalu keras. Dalam buku “Caring for Your Baby and Young Child”, dijelaskan bahwa makanan seperti kacang, anggur utuh, atau potongan daging besar berisiko tinggi menyebabkan sumbatan pada saluran napas anak. Selain itu, kebiasaan makan sambil bermain, tertawa, atau berbicara juga dapat meningkatkan risiko tersedak karena fokus anak terpecah.
Ahli kesehatan anak William Sears menyatakan bahwa sistem saraf dan refleks menelan anak belum berkembang sempurna, sehingga mereka lebih rentan mengalami gangguan saat makan.Posisi makan yang tidak tepat, seperti makan sambil berbaring, juga menjadi faktor tambahan yang perlu diperhatikan.
Penanggulangan tersedak harus dilakukan dengan cepat dan tepat. Jika anak masih bisa batuk atau menangis, itu berarti saluran napas belum sepenuhnya tersumbat, sehingga orang tua cukup membantu dengan menenangkan anak.
Namun, jika anak tidak bisa bernapas atau mengeluarkan suara, segera lakukan teknik pertolongan pertama seperti back blows (tepukan punggung) atau chest thrusts sesuai usia anak. Panduan ini juga dijelaskan dalam buku First Aid Manual sebagai langkah penting yang dapat menyelamatkan nyawa.
Pencegahan tetap menjadi langkah terbaik. Orang tua disarankan memotong makanan menjadi bagian kecil, menghindari makanan berisiko tinggi, serta memastikan anak makan dalam posisi duduk tegak dan dalam pengawasan. Mengajarkan anak untuk makan perlahan juga membantu mengurangi risiko tersedak.
Tersedak pada anak memang terlihat sepele, tetapi dapat berakibat serius jika tidak ditangani dengan benar. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami penyebab, cara penanganan, dan langkah pencegahannya agar anak dapat makan dengan aman dan nyaman setiap hari.(*/janu)

