MEDIAAKU.COM – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengajukan perpanjangan program bantuan pangan berupa beras 10 kilogram selama dua bulan tambahan guna menghadapi potensi dampak musim kering akibat El Nino. Usulan tersebut telah dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR.
Melansir CNN Indonesia, Senin (25/5/2026) Rizal menjelaskan, Komisi IV DPR pada dasarnya mendukung rencana penambahan bantuan pangan tersebut. Namun, pelaksanaannya masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.Menurutnya, program bantuan beras dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi tekanan pangan saat El Nino berlangsung.
Ia berharap pemerintah dapat segera memberikan persetujuan agar bantuan bisa disalurkan tepat waktu. Berbeda dari program sebelumnya yang turut menyertakan minyak goreng, usulan terbaru hanya berfokus pada penyaluran beras. Setiap keluarga penerima manfaat direncanakan memperoleh 10 kilogram beras per bulan. Dengan tambahan dua bulan, total bantuan yang diterima mencapai 20 kilogram.
Selain program bantuan pangan, Bulog juga mengusulkan tambahan penyaluran beras melalui dua skema utama, yakni pasar umum dan pasar khusus.Untuk pasar umum, Bulog mengajukan tambahan distribusi sekitar 4,3 juta ton per tahun.
Penyaluran tersebut mencakup kebutuhan ASN, TNI, dan Polri melalui cadangan beras pemerintah (CBP) dalam bentuk natura, serta pasokan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari jumlah itu, sekitar 2,28 juta ton dialokasikan bagi ASN, TNI, dan Polri, sementara sekitar 1,5 juta ton ditujukan untuk program MBG.
Sementara itu, pada pasar khusus, Bulog mengusulkan tambahan penyaluran sekitar 1,3 juta ton untuk menjaga stabilitas harga beras menjelang akhir tahun. Dalam skema ini, bantuan beras 10 kilogram akan diberikan kepada sekitar 4,3 juta keluarga penerima manfaat selama periode Agustus hingga November 2026.
Tak hanya itu, Bulog juga mengusulkan penyaluran beras melalui program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menggunakan dana Pangan Badan Pangan Nasional (PBP) pada Februari hingga Maret 2026. Sama seperti skema bantuan sebelumnya, komoditas yang diusulkan tetap hanya berupa beras tanpa tambahan minyak goreng.(*/Stephany)

