MEDIAAKU.COM – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 menjadi wadah bagi pelaku UMKM di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha.
Melansir laman KemenUMKM, Rabu (7/10/2026) Pelaksana Tugas Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Reghi Perdana mengatakan, FCE tidak hanya ditujukan sebagai ajang memperkenalkan produk lokal. Kegiatan tersebut diharapkan mampu mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen, pembeli, mitra bisnis, hingga lembaga pembiayaan.
FCE 2026 berlangsung belum lama ini di Lippo Plaza Kupang. Tahun ini, kegiatan tersebut menampilkan tiga komoditas unggulan NTT, yaitu kopi, wastra, serta produk makanan dan minuman olahan.
Berbagai agenda disiapkan untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha, di antaranya masterclass, talkshow, kompetisi, business matching, konsultasi ekspor, hingga layanan konsultasi pembiayaan perbankan.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Bank Indonesia Provinsi NTT, Pemerintah Provinsi NTT, serta sejumlah pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendorong peningkatan kapasitas UMKM, memperkuat hilirisasi produk, meningkatkan transaksi, dan membuka peluang pemasaran hingga ke luar negeri.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyebut daerahnya memiliki kekayaan alam dan budaya yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi. Tenun, kopi, hingga berbagai produk kuliner dinilai tidak hanya merepresentasikan identitas NTT, tetapi juga memiliki peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menilai pengembangan produk khas daerah menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ekonomi NTT. Ia juga menekankan perlunya peningkatan mutu produk sekaligus perlindungan hak kekayaan intelektual, terutama untuk karya lokal seperti tenun.
Menurut Reghi, peningkatan produksi saja belum cukup untuk membuat UMKM berkembang. Pelaku usaha juga perlu memahami kebutuhan pasar, menjaga kualitas produk, serta membangun hubungan jangka panjang dengan pembeli dan mitra usaha.
Karena itu, akses terhadap pasar, pembiayaan, peluang ekspor, dan jaringan rantai pasok menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM. Dengan akses tersebut, peningkatan kualitas produk diharapkan dapat menghasilkan transaksi sekaligus mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
Kementerian UMKM berharap kolaborasi pemerintah, Bank Indonesia, perbankan, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya dapat semakin membuka jalan bagi produk UMKM NTT untuk masuk ke pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global.(*/Stephany)

