MEDIAAKU.COM – Patung Lamassu merupakan salah satu karya seni paling ikonik dari peradaban Assyria di Mesopotamia kuno, wilayah yang kini sebagian besar berada di Irak.
Sosoknya mudah dikenali karena merupakan gabungan beberapa unsur: kepala manusia, tubuh banteng atau singa, serta sepasang sayap. Perpaduan tersebut bukan sekadar bentuk artistik, tetapi menggambarkan kekuatan, kecerdasan, dan perlindungan.
Lamassu berkembang terutama pada masa Kekaisaran Neo-Assyria, sekitar abad ke-9 hingga ke-7 SM. Patung-patung berukuran raksasa ini ditempatkan berpasangan di pintu masuk istana, benteng, dan kawasan penting kerajaan. Museum seperti British Museum mencatat bahwa beberapa Lamassu dari Khorsabad dibuat pada masa pemerintahan Raja Sargon II sekitar 710–705 SM dan berfungsi sebagai pelindung dari kekuatan jahat.
Menurut Beth Harris dan Steven Zucker dalam kajian seni di Smarthistory, Lamassu tidak hanya berfungsi sebagai penjaga simbolis, tetapi juga menjadi bagian penting dari arsitektur. Ukurannya yang sangat besar membuat pengunjung merasakan kemegahan dan kekuasaan kerajaan Assyria sejak melewati gerbang.
Keunikan lainnya terdapat pada jumlah kakinya. Beberapa Lamassu memiliki lima kaki. Jika dilihat dari depan, sosok tersebut tampak berdiri kokoh. Sementara dari samping, terlihat seolah-olah sedang melangkah maju. Menurut penjelasan kuratorial The Metropolitan Museum of Art, rancangan ini memungkinkan patung memberikan kesan berbeda berdasarkan sudut pandang pengunjung.
Patung Lamassu bukan sekadar peninggalan seni dari peradaban Mesopotamia, tetapi juga menjadi saksi kejayaan dan keyakinan masyarakat Assyria pada masa lalu. Keberadaannya di gerbang istana mengingatkan bahwa masyarakat masa itu telah memiliki kemampuan seni pahat, kepercayaan, serta pemikiran simbolis yang sangat maju.
Hingga kini, Lamassu tetap menjadi salah satu warisan penting yang membantu kita memahami kehidupan, kekuasaan, dan kebudayaan dunia kuno. Mempelajarinya berarti menjaga cerita masa lalu agar tetap hidup dan menjadi pelajaran bagi generasi mendatang.(*/janu)

