MEDIAAKU.COM – Kain tenun Songke merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Manggarai, Nusa Tenggara Timur, yang memiliki nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi.
Kain ini telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Manggarai sebagai bagian dari identitas budaya yang digunakan dalam berbagai upacara adat, seperti pernikahan, penyambutan tamu, hingga ritual keagamaan.
Proses pembuatannya masih menggunakan alat tenun tradisional dan membutuhkan ketelitian serta kesabaran, sehingga setiap lembar kain memiliki nilai ekonomi dan budaya yang sangat tinggi.
Menurut Koentjaraningrat dalam bukunya Pengantar Ilmu Antropologi (2009), kebudayaan merupakan hasil karya, rasa, dan cipta manusia yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pendapat tersebut menunjukkan bahwa kain tenun Songke bukan sekadar hasil kerajinan, tetapi juga menjadi simbol pewarisan nilai-nilai budaya masyarakat Manggarai.
Motif-motif pada kain Songke, seperti motif wela kaweng, ntala, dan su’i, mengandung makna tentang kehidupan, persatuan, kesuburan, serta hubungan manusia dengan alam.Kain tenun Songke dapat dipahami sebagai bagian dari sistem budaya yang mencerminkan pengetahuan, keahlian, serta nilai-nilai sosial masyarakat Manggarai yang terus dipertahankan hingga saat ini.
Seiring perkembangan zaman, kain tenun Songke tidak hanya digunakan dalam acara adat, tetapi juga telah berkembang menjadi produk fesyen yang diminati masyarakat luas. Berbagai inovasi dilakukan tanpa menghilangkan ciri khas motif dan teknik tenun tradisionalnya.
Dukungan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat turut berperan dalam melestarikan kain Songke melalui berbagai pameran budaya, pelatihan menenun, serta promosi di tingkat nasional maupun internasional. Upaya tersebut bertujuan agar generasi muda tetap mengenal dan mencintai warisan budaya daerahnya.
Dengan demikian, sejarah kain tenun Songke menunjukkan bahwa warisan budaya tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menjadi simbol identitas, kebersamaan, dan kearifan lokal masyarakat Manggarai.
Pelestarian kain tenun Songke merupakan tanggung jawab bersama agar nilai budaya yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.Sebagai generasi penerus bangsa, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan kain tenun Songke sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia.
Dengan menghargai, menggunakan, serta memperkenalkan kain tenun Songke kepada masyarakat luas, kita turut menjaga identitas bangsa dan memastikan warisan budaya ini tetap lestari sepanjang masa.(*/janu)

