MEDIAAKU.COM – Navaratri, adalah salah satu perayaan penting dalam tradisi Hindu yang berlangsung selama sembilan malam. Kata “Navaratri” berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu nava (sembilan) dan ratri (malam). Festival ini dipersembahkan untuk menghormati Dewi Durga sebagai simbol kekuatan, perlindungan, dan kemenangan kebaikan atas kejahatan.
Menurut R.C. Majumdar dalam kajian sejarah kebudayaan India, Navaratri sudah dirayakan sejak zaman kuno sebagai bentuk penghormatan terhadap energi feminin ilahi (Shakti). Ia menyebutkan bahwa perayaan ini berkembang dari ritual agraris yang berkaitan dengan pergantian musim dan panen.Seiring waktu, maknanya meluas menjadi perayaan spiritual yang sarat nilai religius.
Dalam kitab Markandeya Purana, khususnya bagian Durga Saptashati, diceritakan kisah Dewi Durga yang mengalahkan Mahishasura, raksasa yang melambangkan kejahatan dan keserakahan.
Kisah ini menjadi dasar filosofis Navaratri, yaitu kemenangan dharma (kebenaran) atas adharma (kejahatan). Setiap malam dalam Navaratri memiliki makna khusus yang terkait dengan berbagai aspek Dewi Durga, seperti kekuatan, kebijaksanaan, dan kemakmuran.
Ahli studi agama Diana L. Eck dalam bukunya “India: A Sacred Geography” menjelaskan bahwa Navaratri tidak hanya ritual keagamaan, tetapi juga ekspresi budaya yang mencerminkan keberagaman India.
Perayaan ini dirayakan dengan cara berbeda di setiap wilayah, seperti tarian Garba di Gujarat atau pertunjukan Ramleela di India Utara.Secara historis, Navaratri juga memiliki hubungan dengan kalender lunar dan siklus alam.Biasanya dirayakan dua kali setahun, yaitu pada musim semi dan musim gugur.
Perayaan ini menjadi momen refleksi spiritual, di mana umat melakukan puasa, doa, dan meditasi untuk membersihkan diri dari hal-hal negatif.Navaratri bukan sekadar festival, tetapi simbol perjalanan manusia dalam melawan sifat buruk dan mencapai keseimbangan batin. Nilai yang terkandung di dalamnya mengajarkan bahwa kekuatan sejati berasal dari ketekunan, keyakinan, dan kebaikan hati.(*/janu)

