Saturday, July 18, 2026
HomeOlahragaKemenpora Perkuat Pengembangan Olahraga Disabilitas Lewat Program ToT "Berdaya" di Majalengka

Kemenpora Perkuat Pengembangan Olahraga Disabilitas Lewat Program ToT “Berdaya” di Majalengka

MEDIAAKU.COM – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus mendorong terciptanya ekosistem olahraga yang inklusif melalui penyelenggaraan Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas “Berdaya” di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses dan meningkatkan partisipasi penyandang disabilitas dalam kegiatan olahraga.

Melansir laman Kemenpora, Sabtu (18/7/2026) Pelaksana Tugas Asisten Deputi Olahraga Layanan Khusus Kemenpora, Ahmad Arsani, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian sertifikat, tetapi juga bertujuan membentuk para penggerak yang mampu mengembangkan budaya olahraga disabilitas hingga ke tingkat masyarakat.

Menurut Arsani, peningkatan jumlah pelatih dan pendamping menjadi kebutuhan mendesak. Dari sekitar 22,9 juta penyandang disabilitas di Indonesia, baru sekitar 11,6 persen yang aktif berolahraga. Di sisi lain, jumlah pelatih olahraga disabilitas yang berasal dari National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) masih sangat terbatas, yakni 92 orang.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi alasan utama lahirnya program “Berdaya”, yang diharapkan mampu melahirkan lebih banyak tenaga pelatih, pendamping, dan penggerak olahraga yang memiliki kompetensi untuk mendukung pembinaan atlet disabilitas sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat.

Program ini disusun melalui empat tahapan. Tahap pertama berupa pembentukan master trainer yang telah dilaksanakan pada April lalu dengan melibatkan 30 atlet elite internasional. Para peserta yang lolos seleksi dipersiapkan menjadi instruktur bagi pelatih di berbagai daerah.

Tahap berikutnya adalah pelatihan intensif bagi calon pelatih daerah yang memiliki komitmen dalam mengembangkan olahraga disabilitas. Selanjutnya, peserta memasuki fase implementasi dengan menerapkan ilmu yang diperoleh di komunitas atau kelompok penyandang disabilitas. Tahap terakhir berupa monitoring dan evaluasi untuk mengukur dampak program sekaligus menyusun laporan hasil pelaksanaannya.

Kegiatan ToT di Majalengka berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh 120 peserta. Demi menjaga kualitas pelatihan, Kemenpora menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi serta pakar olahraga adaptif.Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi, mulai dari pengenalan olahraga adaptif dan cabang olahraga paralimpik, klasifikasi olahraga berdasarkan jenis disabilitas, metode penyusunan program latihan yang sesuai bagi atlet disabilitas, hingga teknik mengidentifikasi bakat olahraga sejak usia dini.

Melalui program “Berdaya”, Kemenpora berharap semakin banyak masyarakat penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan berolahraga secara setara, sekaligus memperkuat sistem pembinaan atlet disabilitas di berbagai daerah.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular