Saturday, July 18, 2026
HomeBeritaBendungan Rukoh Perkuat Ketahanan Pangan dan Mitigasi Banjir di Aceh

Bendungan Rukoh Perkuat Ketahanan Pangan dan Mitigasi Banjir di Aceh

MEDIAAKU.COM – Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh, menjadi salah satu infrastruktur strategis yang mendukung pengelolaan sumber daya air sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana hidrometeorologi.

Bendungan yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto belum lama ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan, menyediakan air baku, serta mengurangi risiko banjir di wilayah tersebut.

Melansir laman KemenPU, Sabtu (18/7/2026) Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan bahwa bendungan merupakan investasi jangka panjang yang memberikan berbagai manfaat, mulai dari penyediaan air irigasi, air bersih bagi masyarakat, pengembangan energi, hingga perlindungan kawasan hilir dari ancaman banjir. Menurutnya, pengelolaan air yang baik akan memberikan manfaat besar bagi kehidupan masyarakat.

Bendungan Rukoh memiliki kapasitas tampung sekitar 128,65 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 687 hektare. Infrastruktur ini dirancang untuk mengatur debit aliran sungai sehingga dapat mengurangi potensi banjir yang kerap terjadi di Kabupaten Pidie saat curah hujan tinggi.

Selain itu, bendungan memiliki kemampuan mereduksi banjir pada area seluas 51 hektare dan dirancang mampu membantu pengendalian banjir dengan periode ulang hingga 50 tahun. Peran tersebut menjadi semakin penting di tengah meningkatnya kejadian cuaca ekstrem akibat perubahan iklim.

Di sektor pertanian, Bendungan Rukoh akan memasok air ke Daerah Irigasi Baro Raya seluas 12.194 hektare yang mencakup Kecamatan Keumala dan Kecamatan Sakti. Dengan pasokan air yang lebih stabil, sistem irigasi diharapkan semakin andal sehingga produktivitas pertanian dapat terus meningkat.

Keberadaan bendungan juga diproyeksikan meningkatkan Indeks Pertanaman dari 191 persen menjadi 300 persen. Artinya, lahan yang sebelumnya hanya dapat ditanami dua kali dalam setahun berpotensi ditingkatkan menjadi tiga kali musim tanam, dengan target produksi sekitar 6 ton per hektare untuk mendukung swasembada pangan nasional.

Tak hanya mendukung pertanian, Bendungan Rukoh juga mampu menyediakan air baku sebesar 900 liter per detik yang dapat melayani sekitar 22.848 penduduk di Kecamatan Titeue dan sekitarnya. Infrastruktur ini juga memiliki potensi pengembangan energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 140 MW serta Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 1,22 MW.

Pembangunan Bendungan Rukoh dilaksanakan secara bertahap pada periode 2018 hingga 2024 dengan anggaran sekitar Rp1,7 triliun. Proyek tersebut dikerjakan dalam dua paket yang mencakup pembangunan spillway, tubuh bendungan, dan bangunan pengelak.

Dengan berbagai manfaat yang dimilikinya, Bendungan Rukoh diharapkan menjadi penopang penting dalam memperkuat ketahanan air, meningkatkan hasil pertanian, mengurangi risiko banjir, serta mendukung pengembangan energi bersih di Aceh. Infrastruktur ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular