MEDIAAKU.COM – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat pembangunan infrastruktur strategis di Provinsi Papua Pegunungan. Pembangunan tersebut diarahkan untuk meningkatkan konektivitas wilayah, memperluas akses pelayanan masyarakat, sekaligus mendorong aktivitas perekonomian.
Melansir KemenPU, Minggu (13/9/2026) Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan jalan dan jembatan menjadi salah satu kunci untuk menghubungkan berbagai kawasan di Tanah Papua. Infrastruktur tersebut juga berperan dalam memperlancar mobilitas warga serta membuka akses menuju pusat pemerintahan dan pertumbuhan ekonomi.
“Pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jalan dan jembatan, merupakan fondasi penting dalam mendorong pemerataan pembangunan di Papua. Konektivitas yang baik akan memperlancar distribusi logistik, meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan dasar, serta memperkuat integrasi wilayah di daerah-daerah yang masih menghadapi tantangan geografis,” kata Dody.
Salah satu infrastruktur yang mendapat perhatian adalah Jembatan Gantung Logonoba di Kali Uwe, Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya. Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah III Kementerian PU Pranoto mengatakan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Papua-Papua Pegunungan telah melakukan survei untuk memeriksa tingkat kerusakan serta menentukan kebutuhan penanganannya.
Selain konektivitas, Kementerian PU juga mengkaji kembali rencana pembangunan kawasan pusat pemerintahan Papua Pegunungan. Pembangunan Gedung Gubernur, DPRD, dan MPRP yang sebelumnya direncanakan pada 2024 tertunda karena kondisi sosial di lokasi.
Pranoto mengatakan, pihaknya kini tengah melakukan studi kelayakan untuk mencari lokasi alternatif di Kabupaten Jayawijaya. Pembangunan diharapkan dapat dilanjutkan setelah lokasi dan kondisi di lapangan dinilai memungkinkan.
Sepanjang 2026, Kementerian PU memiliki sekitar 114 kegiatan di Papua Pegunungan yang mencakup sektor sumber daya air, Bina Marga, dan Cipta Karya. Sejumlah pekerjaan di antaranya pengendalian banjir Sungai Wouma di Wamena, peningkatan Jalan Pirime sepanjang 2,34 kilometer, serta pembangunan sejumlah ruas jalan menuju Towe Hitam, Oksibil, dan Iwur.
Meski demikian, masih terdapat 22 paket kegiatan yang belum terlaksana. Paket tersebut meliputi tujuh kegiatan SPALDS, 12 paket PISEW, dan tiga paket Pamsimas.
Kementerian PU menegaskan pembangunan infrastruktur di Papua Pegunungan akan terus diarahkan pada penguatan konektivitas dan pelayanan dasar. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak akses ekonomi sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.(*/Stephany)

