Monday, October 5, 2026
HomeEkonomiKementerian UMKM Perkuat Pendampingan Pengusaha Terdampak Bencana di Sumbar

Kementerian UMKM Perkuat Pendampingan Pengusaha Terdampak Bencana di Sumbar

MEDIAAKU.COM – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat program pemulihan bagi pelaku usaha di Sumatera Barat yang terdampak bencana. Pendampingan tidak hanya ditujukan agar usaha kembali berjalan, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing.

Melansir KemenUMKM, Senin (5/10/2026) Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza mengatakan, pemulihan UMKM membutuhkan dukungan berkelanjutan, mulai dari peningkatan kemampuan produksi, pemasaran, hingga akses terhadap pembiayaan.

Hal tersebut disampaikan Helvi dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Wirausaha Terdampak Bencana di Kampus Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat.

Menurut Helvi, pemerintah sebelumnya telah memberikan bantuan Presiden kepada sekitar 38 ribu UMKM terdampak bencana di Sumatera Barat dengan total nilai sekitar Rp115 miliar. Namun, bantuan tersebut perlu dilanjutkan dengan proses pemberdayaan agar usaha masyarakat dapat kembali produktif.

Ia menilai pelaku UMKM menghadapi berbagai tantangan setelah bencana, seperti kerusakan peralatan, hilangnya stok barang, hingga berkurangnya pelanggan. Karena itu, pendampingan juga diarahkan untuk membantu pelaku usaha memperbaiki kualitas produk, meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan memperoleh pembiayaan yang sesuai.

Program pendampingan tersebut telah dimulai melalui Klinik UMKM Minang Bangkit yang diaktifkan pada 23 Januari 2026. Program ini memiliki tiga tahapan, yaitu pemulihan mental, pemulihan usaha, dan pengembangan usaha.

Dalam kegiatan terbaru, pendampingan difokuskan untuk mendorong UMKM memasuki tahap pertumbuhan. Program ini secara keseluruhan menyasar 1.475 pengusaha dan wirausaha di tiga regional, termasuk 752 peserta dari Regional II yang dipusatkan di Padang.

Helvi menegaskan keberhasilan program tidak cukup dilihat dari banyaknya peserta pelatihan. Hasilnya harus terlihat melalui perkembangan usaha, seperti produksi yang kembali berjalan, meningkatnya pesanan, pasar yang semakin luas, pendapatan yang tumbuh, serta keberlanjutan mata pencaharian masyarakat.

Untuk menjaga keberlanjutan pendampingan, Kementerian UMKM mendorong kerja sama dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga inkubator, perbankan, dan berbagai mitra lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan akses lanjutan terhadap konsultasi, informasi layanan, serta pembiayaan bagi pelaku usaha.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah turut mengapresiasi langkah pemerintah dalam membantu UMKM terdampak bencana. Ia menyebut sektor UMKM memiliki peran penting bagi perekonomian Sumatera Barat.

Mahyeldi menyampaikan, terdapat hampir 750 ribu UMKM di Sumatera Barat. Dengan asumsi satu UMKM menopang rata-rata satu keluarga beranggotakan lima orang, aktivitas sektor tersebut berkaitan dengan kehidupan hampir empat juta masyarakat.

Menurutnya, pemulihan UMKM perlu dilakukan secara bersama-sama agar masyarakat dapat kembali membangun usaha sekaligus memulihkan sumber pendapatan keluarga.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga pembiayaan, dan mitra strategis diharapkan membuat proses pemulihan UMKM tidak berhenti setelah bantuan diberikan. Upaya tersebut ditargetkan berlanjut pada peningkatan produktivitas, perluasan pasar, dan penguatan daya saing produk lokal di Sumatera Barat.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular