MEDIAAKU.COM – Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi untuk memulihkan lingkungan melalui edukasi, riset, penegakan aturan, dan aksi nyata.
Ajakan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja di Medan, Sumatera Utara, belum lama ini. Kegiatannya meliputi kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Universitas HKBP Nommensen, serta penanaman mangrove bersama Pemuda Pancasila dalam Gerakan Tobat Ekologis Nasional.
Melansir laman Kemenlh, Rabu (28/10/2026) Jumhur menegaskan bahwa pembangunan harus mempertimbangkan daya dukung lingkungan dan keselamatan masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dan menghasilkan solusi berbasis sains.
Bencana banjir, banjir bandang, dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Sumatera Utara pada akhir 2025 menjadi pengingat perlunya perbaikan tata ruang dan perlindungan ekosistem. Hutan Bukit Barisan, misalnya, berperan penting dalam mengatur aliran air dan menjaga kestabilan lereng.
Jumhur turut mengingatkan bahwa pemulihan lingkungan merupakan kewajiban dunia usaha. Keberhasilan penanaman pohon tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit, tetapi juga pemilihan jenis tanaman, perawatan, dan tingkat kelangsungan hidupnya.
Selain itu, pemulihan Danau Toba perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui perlindungan kualitas air, penataan kawasan sempadan, dan rehabilitasi daerah tangkapan air.
Menurut Jumhur, lingkungan yang terjaga dapat mengurangi risiko bencana, menjamin ketersediaan air bersih, serta membuka peluang lapangan kerja hijau. Upaya tersebut diharapkan mendukung pembangunan Indonesia menuju 2045 yang seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam.(*/Stephany)

