MEDIAAKU.COM – Memotong kuku merupakan bagian penting dari perawatan kebersihan anak. Namun, kebiasaan memotong kuku terlalu pendek sering kali dianggap sepele, padahal dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Orang tua perlu memahami bahwa kuku memiliki fungsi penting sebagai pelindung ujung jari yang penuh saraf dan sensitif.
Menurut dr. Adeline Jaclyn dari KlikDokter, memotong kuku terlalu pendek dapat mengganggu bagian kutikula yang dapat membuka jalan bagi bakteri untuk masuk dan menyebabkan infeksi.Kutikula sendiri berfungsi sebagai pelindung alami antara kuku dan kulit. Jika bagian ini rusak, maka risiko infeksi akan meningkat
Selain infeksi, memotong kuku terlalu pendek juga dapat menyebabkan luka pada jaringan di bawah kuku. Hal ini sangat berbahaya pada anak-anak karena kulit mereka masih lebih sensitif. Luka kecil sekalipun bisa menimbulkan rasa nyeri, peradangan, bahkan membuat anak menjadi rewel.
Pendapat lain juga disampaikan dalam kajian kesehatan yang dikutip dari American Academy of Dermatology, bahwa pemotongan kuku yang terlalu pendek dapat menyebabkan kuku tumbuh ke dalam (cantengan). Kondisi ini menimbulkan rasa sakit dan terkadang memerlukan penanganan medis .
Pada anak-anak, risiko ini bisa lebih tinggi karena jaringan kuku masih lunak dan belum kuat. Jika terjadi cantengan, anak bisa mengalami pembengkakan, kemerahan, hingga infeksi yang membuat aktivitas sehari-hari terganggu.
Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar kuku dipotong secukupnya, tidak terlalu pendek, dan mengikuti bentuk alami ujung jari. Waktu terbaik untuk memotong kuku adalah setelah mandi karena kuku dalam kondisi lebih lunak sehingga lebih aman untuk dipotong
Merawat kuku anak memang terlihat sederhana, tetapi membutuhkan perhatian dan ketelitian. Hindari memotong kuku terlalu pendek demi mencegah infeksi dan rasa sakit pada anak.Dengan perawatan yang tepat, kesehatan dan kenyamanan anak dapat tetap terjaga.(*/janu)

