Tuesday, April 14, 2026
HomeIbu dan AnakSering Mengambil Barang Tanpa Alasan? Waspadai Kleptomania pada Anak

Sering Mengambil Barang Tanpa Alasan? Waspadai Kleptomania pada Anak

MEDIAAKU.COM – Kleptomania pada anak merupakan gangguan psikologis yang ditandai dengan dorongan kuat untuk mengambil barang milik orang lain, meskipun barang tersebut tidak dibutuhkan atau tidak memiliki nilai penting bagi anak.

Berbeda dengan pencurian biasa yang dilakukan dengan tujuan tertentu, kleptomania lebih berkaitan dengan kesulitan anak dalam mengendalikan dorongan atau impuls. Kondisi ini termasuk dalam kajian Psikologi Klinis yang mempelajari perilaku dan gangguan mental pada individu.

Menurut David H. Barlow dalam bukunya “Abnormal Psychology: An Integrative Approach”, kleptomania termasuk gangguan pengendalian impuls di mana seseorang merasakan ketegangan sebelum mengambil barang dan kemudian merasakan kelegaan setelah melakukannya. Pada anak-anak, kondisi ini sering kali muncul karena perkembangan kontrol diri yang belum matang, tekanan emosional, atau kurangnya pemahaman tentang konsekuensi perilaku.

Pendapat lain disampaikan oleh Gerald C. Davison dalam buku “Abnormal Psychology”. Ia menjelaskan bahwa perilaku kleptomania tidak selalu berkaitan dengan niat jahat, tetapi lebih kepada dorongan psikologis yang sulit dikendalikan. Anak yang mengalami kleptomania biasanya merasa bersalah setelah mengambil barang, namun tetap mengulangi perilaku tersebut karena dorongan yang muncul kembali.

Beberapa faktor dapat memengaruhi munculnya kleptomania pada anak, antara lain stres emosional, rasa kurang diperhatikan, konflik dalam keluarga, atau gangguan perkembangan kontrol impuls.

Oleh karena itu, pendekatan yang tepat bukan hanya hukuman, tetapi juga bimbingan dan dukungan dari orang tua, guru, serta tenaga profesional di bidang kesehatan mental.Penanganan kleptomania pada anak dapat dilakukan melalui konseling psikologis, terapi perilaku, dan pendidikan tentang nilai kejujuran.

Dengan pendekatan yang tepat, anak dapat belajar mengelola dorongan emosional dan memahami pentingnya menghormati hak milik orang lain.Perilaku negatif pada anak sering kali memiliki latar belakang psikologis yang perlu dipahami. Alih-alih langsung menghakimi, orang tua dan masyarakat perlu memberikan perhatian, bimbingan, dan kasih sayang.

Dengan pemahaman yang baik, kita dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang jujur,  bertanggung jawab, dan mampu mengendalikan diri.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular