MEDIAAKU.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menghadirkan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di 17 lokasi di Indonesia. Salah satu sekolah tersebut berada di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, yakni SNT 13 Bolaang Mongondow.
Melansir laman Kemendikdasmen, Minggu (16/8/2026) Kehadiran sekolah ini menjadi peluang baru bagi siswa untuk mengasah kemampuan, mengejar prestasi, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Salah satunya dirasakan Al Fizrah Hasan, siswa yang telah menorehkan prestasi di bidang matematika.
Dalam dua tahun terakhir, Fizrah berhasil meraih Juara 2 OSN Matematika tingkat Kabupaten Bolaang Mongondow pada 2024. Setahun berikutnya, ia kembali menunjukkan kemampuannya dengan menjadi juara pertama pada ajang yang sama.
Kini, Fizrah bertekad mengembangkan prestasinya melalui lingkungan belajar yang didukung fasilitas serta tenaga pendidik yang memadai. Ia juga terus membangun kebiasaan belajar, berlatih, dan mengatur waktu secara disiplin.
“Dengan bersekolah di SNT saya merasa dapat meningkatkan prestasi yang saya miliki. Dan juga adanya dukungan tutor dan fasilitas yang baik, saya yakin prestasi itu akan bertambah ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Fizrah.
Harapan serupa datang dari Wahyu Mokodongan yang memiliki prestasi di bidang sepak bola. Pada 2025, Wahyu berhasil masuk dalam skuad utama Sulawesi Utara untuk mengikuti kompetisi sepak bola tingkat nasional.
Menurut Wahyu, dukungan sekolah dan pendampingan mentor dapat menjadi modal penting untuk mengembangkan kemampuannya hingga ke jenjang nasional maupun internasional.
Kepala SNT 13 Bolaang Mongondow, Budiardjo Mamonto, menilai setiap peserta didik mempunyai karakter dan potensi yang berbeda. Karena itu, sekolah melakukan pemetaan karakteristik siswa agar proses pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah siswa memiliki kecenderungan kuat dalam kecerdasan naturalis. Mereka dinilai lebih mudah menyerap pelajaran melalui praktik, pengalaman langsung, serta pembelajaran yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Pendekatan yang fleksibel tersebut diharapkan mampu menjadikan perbedaan latar belakang, kondisi geografis, dan kemampuan siswa sebagai kekuatan dalam menciptakan proses belajar yang relevan serta bermakna.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan keberadaan SNT merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas layanan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dengan kemampuan dan bakat istimewa. Potensi tersebut tidak hanya mencakup bidang akademik, tetapi juga olahraga, seni, dan berbagai bidang lainnya.
Menurutnya, SNT diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang memberikan pendampingan lebih terarah sehingga anak-anak berpotensi unggul dapat berkembang secara optimal sesuai bakat masing-masing.(*/Stephany)

