MEDIAAKU.COM – Anak berjiwa pemimpin adalah anak yang memiliki kemampuan memengaruhi orang lain ke arah yang positif, bukan karena paksaan, tetapi karena sikap dan tindakannya.Jiwa kepemimpinan tidak selalu ditandai dengan keberanian tampil di depan umum, melainkan lebih pada karakter yang terbentuk sejak dini melalui kebiasaan sehari-hari.
Banyak ahli menyatakan bahwa kepemimpinan bukan bakat semata, tetapi hasil dari proses belajar dan pembentukan karakter.Menurut John C. Maxwell dalam bukunya “The 21 Irrefutable Laws of Leadership”, pemimpin sejati adalah mereka yang mampu memberi pengaruh.
Anak yang berjiwa pemimpin biasanya menunjukkan rasa percaya diri yang sehat. Ia berani mengemukakan pendapat tanpa merendahkan orang lain dan mampu menerima perbedaan pandangan.Kepercayaan diri ini membuatnya tidak mudah goyah oleh tekanan lingkungan dan tetap bertindak sesuai nilai yang diyakini benar.
Ciri lain yang menonjol adalah rasa tanggung jawab. Anak semacam ini tidak mudah menyalahkan orang lain ketika melakukan kesalahan. Ia berani mengakui kekeliruan dan berusaha memperbaikinya.
Stephen R. Covey dalam buku “The 7 Habits of Highly Effective People” menekankan pentingnya sikap proaktif, yaitu kemampuan bertanggung jawab atas pilihan dan tindakan sendiri.Sikap inilah yang sering terlihat pada anak yang memiliki potensi kepemimpinan.
Selain itu, anak semacam ini memiliki empati yang tinggi. Ia mampu memahami perasaan teman, mau mendengarkan, dan tidak bersikap egois.Anak yang mampu mengelola emosi dan menjalin hubungan baik dengan orang lain akan lebih mudah dipercaya dan diikuti.
Kemampuan mengambil keputusan juga menjadi ciri penting.Anak semacam ini tidak takut memilih, meskipun keputusan tersebut memiliki risiko. Ia selalu mempertimbangkan akibat dari setiap pilihan dan belajar dari pengalaman.
Keberanian mengambil keputusan ini menunjukkan kedewasaan berpikir yang penting dalam kepemimpinan.Jiwa kepemimpinan pada anak tidak muncul secara instan, tetapi tumbuh melalui sikap jujur, tanggung jawab, empati, dan kemauan untuk terus belajar.
Dengan membiasakan nilai-nilai tersebut sejak dini, anak tidak hanya siap memimpin orang lain, tetapi juga mampu memimpin dirinya sendiri menuju masa depan yang lebih baik.(*/janu)

