MEDIAAKU.COM – Pemerintah Indonesia melalui Airlangga Hartarto menghadiri pertemuan khusus Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN yang digelar secara virtual untuk membahas dampak krisis di Timur Tengah terhadap kondisi ekonomi regional. Forum ini menjadi wadah penting bagi negara-negara Asia Tenggara dalam merumuskan langkah bersama menghadapi tekanan global yang semakin kompleks.
Melansir laman Kemenko Perekonomian, Sabtu (2/5/2026) Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menekankan perlunya kolaborasi yang lebih kuat antarnegara anggota, terutama pada sektor strategis seperti energi, pangan, dan rantai pasok. Fokus ini dinilai krusial untuk menjaga kestabilan ekonomi kawasan di tengah meningkatnya tantangan global, termasuk lonjakan harga energi, gangguan distribusi barang, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan.
Untuk sektor energi, Indonesia mendorong berbagai langkah konkret guna memperkuat ketahanan kawasan. Upaya tersebut mencakup diversifikasi sumber energi dan jalur distribusi, serta penguatan cadangan energi regional. Selain itu, percepatan implementasi sejumlah inisiatif seperti ASEAN Power Grid, ASEAN Petroleum Security Agreement, dan Trans-ASEAN Gas Pipeline dianggap penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap faktor eksternal.
Di bidang pangan, Indonesia juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas pasokan di tengah kenaikan biaya logistik dan fluktuasi harga pupuk. Optimalisasi ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve menjadi salah satu solusi utama, terutama untuk melindungi kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap gejolak harga.
Selain itu, penguatan rantai pasok kawasan menjadi perhatian utama. Hal ini dilakukan melalui peningkatan konektivitas antarnegara, efisiensi sistem logistik, serta diversifikasi sumber pasokan, termasuk pengembangan energi alternatif berbasis potensi masing-masing negara anggota.
Untuk mendukung kelancaran arus perdagangan, Indonesia juga menekankan pentingnya optimalisasi ASEAN Single Window. Sistem ini diharapkan mampu mempercepat proses perdagangan lintas negara sekaligus meningkatkan daya saing kawasan di pasar global.
Sejalan dengan pandangan Indonesia, para menteri ekonomi ASEAN dalam pernyataan bersama menyepakati komitmen untuk memperkuat ketahanan kawasan melalui kerja sama yang lebih erat.
Mereka juga menegaskan pentingnya menjaga keterbukaan perdagangan serta memastikan kebijakan yang diambil bersifat terkoordinasi, terukur, dan berbasis aturan demi menjaga stabilitas serta pertumbuhan ekonomi regional.(*/Stephany)

