MEDIAAKU.COM – Belakangan ini, istilah sleepmaxxing ramai diperbincangkan di media sosial. Tren ini merujuk pada berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas tidur agar tubuh lebih bugar, produktivitas meningkat, dan kesehatan tetap terjaga.
Sleepmaxxing mencakup beragam kebiasaan, mulai dari menjaga jadwal tidur yang konsisten, membatasi penggunaan gawai sebelum tidur, menggunakan masker mata, mendengarkan white noise, hingga memantau pola tidur melalui perangkat pintar.
Pada dasarnya, sebagian besar praktik sleepmaxxing sejalan dengan prinsip sleep hygiene atau kebiasaan tidur sehat yang telah lama direkomendasikan para ahli.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), orang dewasa disarankan tidur setidaknya tujuh jam setiap malam. Tidur yang cukup berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh, mengatur hormon, memperbaiki sel, serta mendukung kesehatan mental.
Meski demikian, tidak semua metode sleepmaxxing yang viral terbukti aman dan efektif. Beberapa praktik, seperti penggunaan plester mulut saat tidur atau konsumsi suplemen tanpa pengawasan tenaga medis, berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.
Alih-alih mengikuti semua tren, para ahli menyarankan untuk fokus pada kebiasaan sederhana yang terbukti bermanfaat, seperti tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, mengurangi paparan cahaya biru sebelum tidur, menjaga suasana kamar tetap nyaman, serta membatasi konsumsi kafein pada malam hari.
Dengan kata lain, sleepmaxxing dapat memberikan manfaat jika dilakukan secara bijak dan berbasis bukti ilmiah. Kualitas tidur yang baik tidak ditentukan oleh banyaknya produk atau teknik yang digunakan, melainkan oleh konsistensi dalam menerapkan kebiasaan sehat.(*/Stephany)

