Tuesday, June 23, 2026
HomeIbu dan AnakTumbuh di Tengah Retakan: Perjalanan Emosional Remaja Broken Home

Tumbuh di Tengah Retakan: Perjalanan Emosional Remaja Broken Home

MEDIAAKU.COM – Fenomena remaja yang berasal dari keluarga broken home menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan dan psikologi. Istilah “broken home” merujuk pada kondisi keluarga yang tidak harmonis, seperti perceraian, konflik berkepanjangan, atau kurangnya kehadiran salah satu orang tua. Kondisi ini dapat memberikan dampak emosional yang signifikan bagi remaja.Salah satu penyebab utama adalah konflik orang tua yang terus-menerus.

Menurut John Gottman dalam bukunya “The Seven Principles for Making Marriage Work”, konflik yang tidak terselesaikan dalam rumah tangga dapat menciptakan lingkungan emosional yang tidak aman bagi anak. Remaja yang tumbuh dalam suasana seperti ini cenderung mengalami kecemasan dan kesulitan dalam membangun hubungan sosial.

Selain itu, perceraian juga menjadi faktor penting. Judith Wallerstein dalam bukunya “The Unexpected Legacy of Divorce’ menjelaskan bahwa perceraian tidak hanya memengaruhi hubungan orang tua, tetapi juga meninggalkan luka emosional jangka panjang pada anak, terutama saat mereka memasuki masa remaja.

Kurangnya perhatian dan komunikasi dalam keluarga juga berkontribusi besar. Hal ini sering ditemukan dalam keluarga yang tidak harmonis, di mana orang tua lebih fokus pada konflik mereka daripada kebutuhan anak.

Faktor ekonomi juga tidak bisa diabaikan. Tekanan finansial sering kali memicu pertengkaran dalam keluarga, yang pada akhirnya berdampak pada kestabilan rumah tangga. Remaja dalam situasi ini dapat merasa terbebani atau bahkan kehilangan rasa aman.

Penyebab remaja mengalami kondisi broken home sangat beragam, mulai dari konflik orang tua, perceraian, kurangnya komunikasi, hingga masalah ekonomi. Dampaknya tidak hanya dirasakan secara emosional, tetapi juga memengaruhi perkembangan sosial dan mental remaja.

Karena itu penting bagi setiap keluarga untuk menjaga komunikasi yang sehat dan saling memahami. Remaja membutuhkan lingkungan yang aman dan penuh dukungan agar dapat tumbuh menjadi pribadi yang kuat. Jika masalah muncul, mencari bantuan profesional bukanlah tanda kelemahan, melainkan langkah bijak untuk menjaga keutuhan dan kesehatan keluarga.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular