Thursday, August 6, 2026
HomePendidikanMenteri PPPA Ajak Perempuan Perkuat Ketahanan Keluarga dan Wujudkan Lingkungan Pendidikan yang...

Menteri PPPA Ajak Perempuan Perkuat Ketahanan Keluarga dan Wujudkan Lingkungan Pendidikan yang Aman

MEDIAAKU.COM – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengajak perempuan untuk mengambil peran aktif dalam menjaga keamanan lingkungan pendidikan, khususnya lembaga pendidikan berbasis keagamaan, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga sebagai langkah pencegahan berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Ajakan tersebut disampaikan Arifah saat berdialog dengan tokoh perempuan se-Priangan Timur. Dalam pertemuan itu, ia menyoroti tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan berbasis keagamaan akibat maraknya kasus kekerasan dan kekerasan seksual yang dilakukan oleh oknum tertentu. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memunculkan stigma negatif terhadap lembaga pendidikan berbasis keagamaan secara keseluruhan.

Karena itu, Arifah mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya perempuan, untuk bersama-sama mengembalikan lembaga pendidikan berbasis keagamaan sebagai ruang yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak.

Menurutnya, pemerintah terus memperkuat langkah pencegahan dan penanganan kekerasan melalui sinergi lintas kementerian. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tengah menyusun standar operasional prosedur (SOP) pencegahan kekerasan yang komprehensif di lingkungan satuan pendidikan.

Selain itu, Arifah menekankan pentingnya penguatan kapasitas perempuan dalam menghadapi tantangan pengasuhan di era modern. Menurutnya, keluarga merupakan benteng utama dalam melindungi anak dari berbagai risiko kekerasan dan kejahatan.

Ia mengingatkan bahwa kejahatan terhadap anak kerap terjadi karena adanya celah yang muncul akibat kurangnya pengawasan dan edukasi. Oleh sebab itu, orang tua perlu memberikan pemahaman sejak dini mengenai hak atas tubuh, batasan pribadi, dan ruang aman agar anak mampu mengenali tindakan yang tidak pantas serta berani melaporkannya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua II Muslimat Nahdlatul Ulama, Romlah Widiyati, menjelaskan tujuh prinsip dalam ajaran Islam yang menjadi fondasi kemaslahatan hidup, yaitu hifzhul ‘aql (menjaga akal), hifzhun nafs (menjaga jiwa), hifzhun nasl (menjaga keturunan), hifzhul ‘irdh (menjaga kehormatan), hifzhud diin (menjaga agama), hifzhul maal (menjaga harta), dan hifzhul bi’ah (menjaga lingkungan).

Menurut Romlah, penerapan nilai-nilai tersebut memiliki peran penting dalam menciptakan masyarakat yang aman, harmonis, dan religius, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama kehidupan sosial.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular