Friday, July 10, 2026
HomePolitikMenlu Sugiono: Indonesia Perkuat Multilateralisme di Tengah Geopolitik Global yang Kian Kompleks

Menlu Sugiono: Indonesia Perkuat Multilateralisme di Tengah Geopolitik Global yang Kian Kompleks

MEDIAAKU.COM – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat sistem multilateralisme sebagai upaya menghadapi kondisi dunia yang semakin terfragmentasi dan dipenuhi berbagai tantangan geopolitik. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato kunci pada Jakarta Geopolitical Forum (JGF) ke-10 yang digelar oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI.

Melansir laman Kemenlu, Jumat (10/7/2026) Dalam sambutannya, Sugiono menilai politik luar negeri bebas aktif tetap menjadi fondasi penting bagi Indonesia di tengah meningkatnya rivalitas antarnegara. Menurutnya, prinsip tersebut memungkinkan Indonesia mengambil keputusan secara independen tanpa terikat pada blok kekuatan tertentu, sekaligus tetap berperan aktif dalam mendukung perdamaian, stabilitas, dan ketertiban dunia.

Ia menegaskan bahwa sikap bebas aktif bukan berarti pasif ataupun netral. Sebaliknya, Indonesia akan terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak dan memperluas ruang diplomasi tanpa berpihak pada kelompok eksklusif mana pun.

Sugiono juga menyoroti tantangan yang dihadapi sistem multilateralisme saat ini. Meski dinilai memiliki berbagai kelemahan, ia menegaskan bahwa sistem tersebut tidak boleh ditinggalkan. Menurutnya, tata kelola global perlu diperbarui agar lebih inklusif, representatif, adaptif, dan mampu menjawab perkembangan dunia di masa depan.

Indonesia, lanjutnya, akan terus mendorong reformasi berbagai lembaga internasional, termasuk Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), agar menjadi lebih transparan, demokratis, efektif, dan akuntabel.

Sebagai bagian dari strategi diplomasi tersebut, Indonesia akan terus memperkuat keterlibatan di berbagai forum internasional, seperti BRICS, G20, ASEAN, D-8, kerja sama dengan negara-negara Global South, hingga proses aksesi menuju Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Langkah ini dinilai penting untuk memperluas ruang gerak diplomasi Indonesia di tingkat global.

Selain diplomasi, Sugiono menekankan bahwa kekuatan Indonesia di panggung internasional juga bergantung pada ketahanan nasional. Ia menyebut ketahanan pangan sebagai bentuk otonomi strategis, ketahanan energi sebagai bagian dari keamanan nasional, kualitas sumber daya manusia sebagai modal geopolitik, serta penguasaan teknologi sebagai sumber kekuatan di era modern.

Menutup pidatonya, Sugiono menegaskan bahwa Indonesia akan terus berperan aktif dalam menjaga dan memperkuat multilateralisme. Menurutnya, sistem kerja sama global masih memiliki peran penting, namun memerlukan komitmen bersama agar tetap mampu menjawab tantangan zaman.

Jakarta Geopolitical Forum merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Lemhannas RI untuk membahas perkembangan geopolitik dunia. Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, militer, akademisi, lembaga pemikir, organisasi internasional, sektor swasta, hingga media.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular