MEDIAAKU.COM – Pemerintah Indonesia membuka peluang yang lebih luas untuk memperkuat kemitraan dengan Rusia, khususnya di sektor maritim, pelabuhan, perkeretaapian, dan logistik modern. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, dalam ajang St. Petersburg International Economic Forum 2026 yang berlangsung di St. Petersburg, Rusia belum lama ini.
Melansir laman KemenkoInfra, Jumat (5/6/2026) Dalam forum tersebut, AHY menegaskan bahwa peningkatan konektivitas nasional menjadi salah satu fokus utama pembangunan Indonesia. Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau, Indonesia membutuhkan sistem transportasi dan logistik yang terintegrasi agar pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan dapat berjalan lebih optimal.
Pemerintah saat ini terus mendorong pengembangan infrastruktur strategis, mulai dari peningkatan kapasitas pelabuhan, integrasi sistem logistik nasional, hingga perluasan jaringan kereta api di sejumlah wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperlancar mobilitas barang dan manusia sekaligus meningkatkan daya saing nasional.
Menurut AHY, berbagai program pembangunan tersebut membuka peluang besar bagi kerja sama internasional, termasuk dengan Rusia dan negara-negara yang tergabung dalam Eurasian Economic Union. Bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan antara lain manufaktur bersama peralatan perkeretaapian dan pelabuhan, transfer teknologi untuk sistem persinyalan dan logistik digital, serta pembangunan koridor transportasi yang menghubungkan jalur kereta api, pelabuhan, dan pusat logistik secara terintegrasi.
Indonesia juga melihat Rusia sebagai mitra potensial karena memiliki pengalaman dan kemampuan teknologi yang kuat di bidang transportasi, manufaktur, logistik, serta rekayasa infrastruktur. Karena itu, hubungan kedua negara diharapkan tidak hanya terbatas pada perdagangan, tetapi juga mencakup investasi, alih teknologi, pengembangan industri strategis, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Di sektor kemaritiman, Indonesia turut menawarkan berbagai peluang kolaborasi. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, pemerintah terus mengupayakan modernisasi pelabuhan, peningkatan konektivitas antarpulau, pengembangan industri galangan kapal, serta penguatan efisiensi rantai pasok nasional.
Melalui kerja sama yang lebih erat dengan Rusia, Indonesia berharap dapat memperkuat konektivitas regional sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang saling menguntungkan. Peningkatan efisiensi transportasi dan distribusi logistik diharapkan mampu membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah Nusantara.
Forum St. Petersburg International Economic Forum 2026 sendiri menjadi wadah strategis untuk mempererat hubungan Indonesia dengan Rusia dan kawasan Eurasia, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang infrastruktur, transportasi, energi, teknologi, hingga pembangunan berkelanjutan.(*/Stephany)

